Pengadilan Lhoksukon Gelar Sidang Perdana Kasus Pukat Trawl Thailand

    17
    0

    PENGADILAN Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menggelar sidang perdana kasus tindak pidana perikanan, nahkoda KIA KM Ikan IX kapal pukat harimau Thailand, Senin 9 Juni 2014 sekitar pukul 11.30 WIB

    Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz SH, dengan hakim anggota T Almadyan SH dan Mustabsyirah SH. Sementara itu, lima terdakwa, Kasim, Done, Tai Ut, Lik, dan Cuap hadir didampingi kuasa hukum Razali SH dan juru bahasa dari Langsa.

    Dalam persidangan tersebut, majelis hakim memintai keterangan empat saksi dari Lanal Lhokseumawe dan 10 saksi anak buah kapal (ABK) warga negara Myanmar. Selain itu turut dihadirkan dua saksi ahli dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara.

    Di depan majelis hakim, salah seorang saksi ABK mengatakan, “Jika berlayar ke Indonesia, kami memakai bendera Indonesia. Jika kembali ke Thailand, maka barulah kami pakai bendera Thailand kembali.”

    Ditambahkan saksi, sebelum ditangkap, mereka (red-nelayan) sudah dua bulan berada di Laut Timur Aceh. Mereka sengaja menamai kapal dengan nama Indonesia sebagai upaya mengelabui petugas.

    Di lain pihak, saksi Perwira Pelaksana dari Lanal, Lettu Laut Suriyanto menyebutkan, meski kapal Thailand memakai bendera dan nama Indonesia, pihaknya tetap mengetahui.

    “Bentuk boat trawl Thailand berbeda dengan boat local. Bentuknya menyerupai keong. Kapal Thailand itu kita tangkap karena tidak memiliki dokumen dan izin mencari ikan di perairan Indonesia,” jelas Lettu Laut Suriyanto.

    Setelah mendengarkan keterangan saksi, sidang ditutup dan kembali dilanjutkan pada Senin 16 Juni 2014 mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU.

    Sebelumnya, pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe menyerahkan lima tersangka perkara tindak pidana perikanan, nahkoda KIA KM Ikan IX kapal pukat harimau Thailand ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, sekitar pukul 12.15 WIB, Jumat, 30 Mei 2014.

    Kelima tersangka yaitu Kasim, Done, Tai Ut, Lik, dan Cuap. Sementara barang bukti lima kapal sudah dilelang oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe yang bekerja sama dengan Lanal pada 20 Mei 2014 lalu.