Pengacara: Sekda Lhokseumawe Pinjam Duit PDPL

    8
    0

    Materi pemeriksaan tim jaksa terhadap dua tersangka kasus dana PDPL tidak hanya menyangkut kebijakan tentang besaran gaji jajaran perusahaan plat merah itu. Akan tetapi, juga soal pinjaman duit Rp150 juta oleh Sekda Lhokseumawe. (Baca: Kasus PDPL Pengacara Wali Kota Harus Bertanggung Jawab).

    “Yang kedua (setelah pemeriksaan tentang kebijakan soal gaji), pemeriksaan lebih kepada peminjaman Sekda (Lhokseumawe). Jadi, Dasni Yuzar pinjam (dana PDPL) bukan atas nama pribadi, tapi eksistensi Sekda lebih ditonjolkan,” ujar Kamaruddin, S.H., pengacara/penasehat hukum tersangka kasus PDPL saat dihubungi ATJEHPOST.co, Jumat, 16 Januari 2015.

    Ditanya apakah ada surat permohonan dari Sekda Lhokseumawe untuk meminjam dana itu, Kamaruddin menyebut, “Ada permohonan atas eksistensi Sekda, bukan sebagai pribadi Dasni Yuzar”.

    Sebelumnya, pihak jaksa yang mengusut kasus dana PDPL bersumber dari APBK Lhokseumawe itu menyebut Dasni Yuzar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pribadi, bukan Sekda. “Dasni diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pribadi karena meminjam dana PDPL,” kata Kajari Lhokseumawe Mukhlis, S.H., melalui Kasie Pidsus Yusnar Yusuf, S.H., kepada ATJEHPOST.co, 29 September 2014. (Baca: Pinjam 150 Juta Sekda Lhokseumawe Diperiksa Jaksa).

    Sekda Lhokseumawe Dasni Yuzar mengakui telah diperiksa jaksa lantaran meminjam dana PDPL sekitar Rp150 juta. “Saya salah satu (yang diperiksa) sebagai saksi, sebagai pribadi, karena sempat pinjam (dana),” kata Dasni. (Baca: Kenapa Pinjam Dana Sekda Lhokseumawe Meukarat Hana Peng).[]