Pemerintah Pulangkan 4 Nelayan yang Ditangkap di Malaysia

    16
    0

    Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Penang hari ini memfasilitasi pemulangan empat nelayan Indonesia asal Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Senin 22 Desember 2014.

    Masing-masing mereka adalah Dicky Ardiansyah Bin Anwar (15), M. Faisal Bin Sidul (17), Ilham Bin Atan (17) dan Ahmad Bin Atan (16).

    Sebelumnya, keempat nelayan di bawah umur tersebut ditahan bersama 13 nelayan lainnya oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia Daerah Maritim 1 Langkawi (APMM DM 1) karena memasuki wilayah perairan Malaysia tanpa izin. Ke-17 Nelayan yang tertangkap tersebut tidak memiliki identitas apa pun.

    Pelaksana Fungsi Penerangan KJRI Penang, Edi Kahayanto dalam siaran pers yang diterima atjehpost.co hari ini mengatakan, KJRI Penang kemudian menemui pihak APMM DM 1 Langkawi serta mewancarai ke-17 nelayan tersebut. Hasil wawancara diketahui empat di antaranya masih berada di bawah umur. Sementara 13 Nelayan lainnya tengah menjalani hukuman selama satu setengah bulan.

    Pada Kamis, 18 Desember 2014, KJRI Penang telah memfasilitasi Direktur Penanganan Pelanggaran PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lapis Silalahi, mengunjungi keempat nelayan di bawah umur tersebut di Depot Imigresen Juru, Pulau Pinang.

    “Bapak Lapis Silalahi menyampaikan kepada para nelayan tersebut agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. KJRI Penang membantu memberikan dokumen perjalanan (Surat Perjalanan Laksana Paspor /SPLP) bagi keempat nelayan tersebut. Selanjutnya, Direktur Penanganan Pelanggaran berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara,” kata Edi Kahayanto.

    Menurut rencana, keempat nelayan tersebut akan diterima oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara di Bandara Kuala Namu, Medan. Mereka dipulangkan melalui Bandara Internasional Pulau Pinang melalui maskapai Air Asia pada pukul 16.35 waktu setempat.[]