Pemerintah Aceh Utara Belum Terima Pinjaman Rp20 Miliar Dari Bank Aceh

    14
    0

    LHOKSEUMAWE – Pemerintah Aceh Utara telah mengajukan permohonan pinjaman dana Rp20 miliar pada Bank Aceh untuk pembayaran sejumlah kegiatan tahun anggaran 2012. Namun sampai siang tadi, belum ada keputusan dari Bank Aceh Pusat tentang pemberian utang tersebut.

    “Belum dikirim ke kita, hasil konfirmasi terakhir tadi pagi (proses persetujuan) belum sampai ke Komisaris Bank Aceh,” kata Sekretaris Daerah Aceh Utara Syahbuddin Usman saat ditemui ATJEHPOSTcom seusai rapat paripurna pengesahan empat Qanun di gedung DPRK, siang tadi, Kamis, 27 Desember 2012.

    Sekda Syahbuddin berharap Komisaris Bank Aceh segera menyetujui pinjaman dana tersebut untuk Pemerintah Aceh Utara. “Kalau tidak diberikan maka akan terkendala pembayaran sejumlah kegiatan tahun anggaran 2012, sebab dana transfer dari (Pemerintah) Pusat jatah Aceh Utara juga belum habis dikirim ke kita yaitu Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas,” katanya.

    Apabila Bank Aceh menyetujui dana pinjaman tersebut dalam dua hari ini, kata Syahbuddin, masih bisa digunakan untuk pembayaran sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan. “Masih bisa kita pakai, nanti pembayaran dilakukan di bank, kita kirim SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), tinggal diambil di bank oleh yang berhak,” kata Syahbuddin.

    Walau hingga kini belum masuk ke rekening Pemerintah Aceh Utara, tambah Syahbuddin, tapi pihaknya bersama DPRK telah mengalokasikan  dana pinjaman Rp20 miliar tersebut dalam Perubahan APBK 2012 sebagai penerimaan pembiayaan. “Dan, dalam Rancangan APBK yang akan disahkan besok (Jumat), juga sudah dianggarkan Rp20 miliar untuk pembayaran pokok utang itu,” katanya.[]