Pemasangan Patok Permanen di Singkil Setelah Pelantikan Gubernur

    28
    0

    BANDA ACEH – Kepolisian Daerah Aceh menurut Gerakan Peduli Aceh Singkil akan mengawal proses pemasangan patok permanen di lahan sengketa di Singkil antara warga dengan PT Nafasindo.

    Hal ini dikatakan Al Kudri, salah satu perwakilan pendemo usai berdialog tadi siang, Kamis 31 Mei 2012, dengan Polda Aceh tentang permintaan jaminan keamanan tim Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh.

    Karena Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan tidak ada di tempat, perwakilan pendemo diterima oleh seorang staf Polda Aceh.

    Staf itu, kata Kudri, mengatakan Polda Aceh akan segera mengawal proses pemasangan tapal batas patok permanen oleh BPN Aceh, usai pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih Aceh.

    Sebelumnya, kata Kudri, mereka meminta BPN Aceh segera menetapkan jadwal baru untuk pemasangan patok permanen paling lambat 5 Juni 2012.

    Selain meminta jadwal, kata Kudri, mereka juga meminta Polda Aceh melakukan pengamanan saat tim BPN turun ke lokasi.

    "Apabila dalam jangka waktu yang ditetapkan, Kanwil BPN Aceh tidak menindaklanjuti permintaan kami, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi," kata Jirin, Koordinator Lapangan Gerakan Peduli Aceh Singkil.

    Tadi siang, kelompok aksi ini berdemo ke kantor BPN Aceh. Dalam aksinya mereka sempat membakar bendera Malaysia. Pendemo mengklaim PT Nafasindo yang bersengketa soal lahan itu merupakan perusahan dari Malaysia.

    Usai berdemo, Gerakan Peduli Singkil menuju Markas Polda Aceh untuk meminta jaminan keamanan tim BPN Aceh nantinya ketika turun ke lapangan.

    Gerakan Peduli Singkil terdiri dari gabungan BEM mahasiswa seBanda Aceh dan Aceh Besar. Selain itu ada juga beberapa LSM seperti LBH Banda Aceh, KONTRAS, Koalisi NGO HAM, JKMA, YRBI, WALHI Aceh, TUNAS MUDA ALAM ACEH, LSM GEMPA, dan Jaringan KuALA.[]