Partai Aceh Tanggapi Situasi Politik Terkini

KETUA Komite Pemenangan Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar, menyatakan Partai Aceh secara institusi sangat menghormati seluruh aturan main dalam Pemilu 2014 ini. “Bahkan sedari awal kita masuk ke dalam kancah politik partai, kita sudah menjalankannya sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku,” kata Wakil Ketua Umum Partai Aceh yang akrab disapa Abu Razak ini di Kantor Komite Pemenangan Partai Aceh, Banda Aceh, Jumat 7 Fabruari 2014.

Abu Razak menyampaikan pernyataan ini untuk menanggapi berita-berita yang menyinggung soal kisruh antara kader Partai Aceh dan partai lain yang ditulis media massa. “Sebetulnya kita tiada henti-hentinya mengimbau kader-kader kita untuk menahan diri dalam menghadapi ulah kader-kader partai lain yang memanas-manasi situasi,” kata Abu Razak yang juga adalah Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh ini lagi.

Sebab, kata Abu Razak, gesekan di lapangan terjadi lantaran ada yang memulainya. “Tolong juga pihak partai lain tak memancing-mancing emosi kader dan simpatisan Partai Aceh,” katanya. “Partai Aceh adalah partai yang sangat banyak pengikutnya. Jadi berbeda-beda cara pandang mereka dalam mencintai partai ini. Ada yang sangat fanatik gampang emosi ketika Partai Aceh disinggung dengan nada mengejek. Apalagi jika benderanya dirobek dan diturunkan ini mereka akan marah sekali.”

Jadi, kata Abu Razak, hendaknya para pemimpin partai lain juga mengimbau pengikutnya agar tak bermain api di tengah-tengah massa Partai Aceh. “Nanti jika terbakar akan repot. Berpolitiklah dengan santun dan sopan, sama-sama kita menjaga kenyamanan di tengah-tengah masyarakat Aceh,” kata Abu Razak lagi. “Mari kita bersaing secara sehat dalam merebut hati rakyat Aceh.”

Bahkan, kata Abu Razak, beberapa kendaraan dan bendera Partai Aceh juga ada yang dirusak oleh kader partai lain. “Namun kami tidak cengeng. Jika diturunkan kami naikkan lagi yang lain yang lebih banyak lagi dengan massa yang lebih besar lagi. Begitulah politik yang kadang-kadang muncul situasi yang di luar perkiraan dan tak bisa kita hindari,” kata Abu Razak. “Namun, kita tak mengeluh. Prinsip kita, berpolitik itu jangan cengeng. Untuk menang bekerjalah dengan baik dan lebih tekun dari yang lain."

Adapun soal kendaraan kader Partai Aceh yang sempat ditahan kepolisian, Abu Razak berharap agar semua persoalan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. “Partai Aceh mengikuti semua aturan main dalam berpolitik. Tentu termasuk dalam proses Pemilu 2014 ini. Jika ada kesalahan, kita tak akan berkilah dan melemparkan kesalahan ke orang lain,” katanya.

“Soal stiker di mobil jika memang ada peraturannya, hendaknya pihak penyelenggara Pemilu juga mensosialisasinya. Begitu juga penegak hukum. Saya menyarankan agar segala aturan yang menyangkut Pemilu ini disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat, diumumkan lewat media massa secara jelas. Jadi masyarakat dan juga kader-kader partai bisa memahami aturan mainnya.”

Kendati demikian, Abu Razak memberi apresiasi pada aparat keamanan yang telah bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku. “Mari kita dukung aparat keamanan dalam bekerja memberi kenyamanan pada masyarakat. Kita sama-sama menjaganya, agar semua berjalan dengan lancar dan nyaman,” katanya. []

Leave a Reply