Para Pelajar Putri di Bireuen ini Tampil Cantik dengan Gaya Lama

    23
    0

    BIREUEN – Di antara peserta pawai dengan aneka busana pada pawai perayaan tahun baru Islam 1434 hijriah yang digelar Pemkab Bireuen, Kamis sore, 22 November 2012, ada satu rombongan pelajar putri yang cukup menarik perhatian masyarakat yang menonton pawai itu.

    Rombongan pawai pelajar putri dari sebuah SMP di Kabupaten Bireuen ini memilih berbusana yang modelnya mungkin sudah langka. Mereka memilih berjilbab dan memakai sarung. Para putri ini juga memakai stoking dan sandal sederhana. Tubuh mereka dibalut dengan kain batik panjang. Hanya wajah dan telapak tangan yang terlihat.

    Dandanan mereka sederhana dengan lipstik sewajarnya. Berjalan dengan langkah santai, menunduk, bukan menantang para pria. Tatapan biasa saja. Tapi mereka ini tetap tampil dengan anggun, cantik dan memesona. Mampu meraup simpati penonton pawai. Mau foto pun, segan jadinya.

    Syahrial, seorang guru yang memandu para perempuan berpakaian model zaman dulu itu lantas berteriak. “Mungkin ini pakaian yang pantas untuk perempuan Aceh saat ini, pakaian yang Islami, apa menurut anda cocok jika semuanya kembali ke pakaian seperti ini,” teriak Syahrial, sang guru kepada penonton yang dominan perempuan. Tentu dia hanya bercanda.

    Syahrial berlalu bersama rombongan pawai sekolahnya, hilang di tikungan alun-alun kota. Beberapa penonton perempuan membincangkan apa yang disampaikan Syahrial. Menurut mereka, pakaian seperti itu kini jarang diikuti para perempuan Aceh kini. Kecuali para santriwati, di dayah dan tempat mengaji.[]