National Geographic Indonesia dan Walhi Aceh Gelar Workshop Legalitas Kayu

    20
    0

    BANDA ACEH – Multistakeholder Forestry Program dari National Geographic Indonesia dan Walhi Aceh didukung Universitas Syiah Kuala menggelar Workshop Sistem Verifikasi Legalitas Kayu di Gedung Serba Guna Fakultas Pertanian Unsyiah, Selasa 15 Mei 2012.

    Acara tersebut untuk menyosialisasikan kepada masyarakat cara mendapatkan sertifikat legalitas kayu.

    "Diharapkan peserta terbuka matanya mengenai kondisi hutan di Indonesia sedang dalam masa kritis, kondisi ilegal loging dan bagaimana caranya agar itu kita hentikan dengan cara kayu-kayu tersebut bisa legal," kata Vitra, panitia penyelenggara dari National Geographic Indonesia.

    Pembicara dalam acara ialah Miswardi dari Kementerian Kehutanan RI, Rio Noviandono dari Multistakeholder Forestry Program, Adi Usman Musa dari Institut Green Aceh, Agus Prijiono dari National Geographic Indonesia, dan TM Zulfikar dari Walhi Aceh.

    Peserta, kata, Vitra, diberi arahan cara memperoleh kayu yang legal dari hutan dan memiliki sertifikasi sah.

    "Untuk melegalkan kayu harus melalui proses yang banyak. Ketika masyarakat ingin mendapatkan kayu, prosesnya tidak sembarangan, karena harus melewati proses tersebut. Semua kayu di dalam hutan boleh diambil selama memiliki sertifikat tersebut," katanya.

    Workshop diikuti peserta dari dosen, mahasiswa, LSM, dan Dinas Kehutanan. Workshop itu digelar di lima kota di Indonesia. "Yang pertama kita adakan di Universitas Hasanuddin Makasar, Unsyiah yang kedua, selanjutnya akan diadakan di Universitas Gajah Mada Djogjakarta, kemudian IPB, dan yang terakhir di Universitas Cendrawasih Papua."[]