Menderita penyakit aneh, wanita ini jadikan tubuhnya karya seni

    21
    0

    SEORANG wanita di Brooklyn, New York, Ariana Page Russel, berusia 34 tahun menjadikan tubuhnya sebagai hasil karya seni. Tindakan itu diambil setelah ia menderita penyakit dermatografia, yaitu suatu kondisi yang jarang dimana kulitnya menjadi sangat sensitif terhadap luka-luka kecil. Bahkan jika terkena goresan kecil sekalipun bisa menimbulkan kemerahan.

    Untuk menghilangkan kesan negatif tentang dirinya, wanita itu memanfaatkan kondisi medisnya menjadi seni. Hasilnya pun sangat menakjubkan. Dengan menggunakan jarum tumpul ia membuat ukiran-ukiran di perutnya, lengan, kaki dan wajah yang desainnya bebas dari rasa sakit yang berlangsung selama 30 menit sebelum tanda itu pudar.

    Dermatografia menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu, biasanya menunjukkan lewat kulit. Berupa pelepasan histamine dalam jumlah banyak yang menyebabkan pembuluh rambut melebar dan timbul hingga 30 menit saat permukaan kulit tergores.

    Penyebab pasti dermatografia tidak diketahui secara pasti karena masih tergolong penyakit aneh, namun diperkirakan penyakit tersebut mempengaruhi sekitar lima persen saja dari jumlah penduduk yang ada di muka bumi ini.

    Meski kondisinya demikian, Ariana tidak berputus asa. Ia justru memanfaatkan kondisinya untuk menghasilkan karya seni yang indah.

    "Bagi saya pribadi, kulit saya terasa seperti kanvas, saya mulai berpikir untuk membuat segala sesuatu yang menyenangkan bagi saya sendiri, dan hasilnya saya benar-benar menyukainya," ungkap Ariana Page Russell seperti dilansir dailymail.

    Selama bertahun-tahun wanita itu berfikir bagaimana caranya menghasilkan karya seni tersebut. Ide itu muncul pertama kali saat ia duduk di bangku kuliah di University of Washington di Seattle, Amerika Serikat.

    "Dulunya saya sempat merasa frustasi dan minder terhadap kawan-kawan saya yang sering mengejeknya dan selalu mengatakan " wajah saya begitu merah, apakah keadaanmu baik-baik saja"? katanya lagi.

    Ia sadar setelah didiagnosa menderita penyakit tersebut, kemudian ia mulai mengikat kesadarannya untuk  melakukan sebuah kajian dengan menggunakan fotografi.

    "Saya hanya berpikir bahwa pasti ada sesuatu yang benar-benar bermanfaat di balik semua ini karena secara sadar saya begitu sulit menerima nasib seperti ini, namun saya masih tetapi mensyukurinya dengan apa adanya," ungkapnya.

    Sebelumnya Ariana telah berhasil membuat karya seni dalam bentuk  wallpaper serta tato kontemporer yang terinspirasi dari kondisi kulitnya itu. Tahun lalu ia meluncurkan sebuah blog berjudul “Dermatographism” yang bertujuan untuk memberikan semangat pada para penderita penyakit tersebut, juga untuk tempat mereka saling berbagi pengalamannya.

    Kesimpulannya ialah, dia selalu mengatakan bahwa "umumnya kulit ini benar-benar menghasilkan nilai karya seni terindah yang mampu membuat kami tetap bertahan hidup sampai saat ini karena bagi saya sendiri kulit saya ibarat sebuah kanvas".[] ihn