Mantap, Bisnis Tiket Online Bisa Untung Jutaan Rupiah

    25
    0

    MEULABOH – Bisnis penjualan tiket pesawat secara online, ternyata sangat menjanjikan dan dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis tiket pesawat online.

    Jadi tidak mengherankan jika saat ini peluang usaha bisnis tiket pesawat online mulai menjamur di Meulaboh. Pasalnya, rata- rata penjualan tiket pesawat mencapai ratusan lembar per bulannya, dengan omset rata-rata penjualan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

    Alsa Travel salah satu perusahaan yang melayani penjualan tiket pesawat online, setiap bulannya bisa menjual rata-rata 210 hingga 350 lembar untuk jenis Boing. Belum lagi ditambah dengan pemesanan tiket pesawat jenis foker.

    Zulfikar Arifin, selaku manajer perusahaan Alsa Travel Cabang Meulaboh kepada The Atjeh Post pada Selasa, 11 September 2012, mengatakan setiap bulannya, perusahaan tersebut mencapai omset penjualan hingga Rp 33 juta lebih per bulan, dengan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 10 juta.

    Zulfikar menambahkan, rata-rata pelanggan yang memesan tiket pesawat lebih banyak yang ke Penang untuk berobat, dibandingkan dengan penerbangan domestik.

    Selain itu, kata zulfikar, jika memasuki masa liburan sekolah, hari- hari besar seperti idul Fitri dan Tahun baru pemesanan tiket pesawat mengalami lonjakan dan harga tiket pun meningkat tajam. "Meski demikian tidak menyurutkan para pelanggan untuk melakukan pemesanan," kata dia.

    Hadirnya bisnis penjualan tiket pesawat online, menurut Zulfikar, memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan yang hendak melakukan keberangkatan. Hal ini dikarenakan para pelanggan tersebut saat melakukan pemesanan tiket, maka namanya langsung teregistrasi sesuai dengan jadwal keberangkatan yang diinginkan.

    "Sehingga tidak perlu repot untuk membeli tiket di counter yang ada di bandara," ujar dia.

    Kata dia, saat ini pelanggan banyak yang membeli tiket untuk keberangkatan melalui bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh dan Bandara Polonia Medan. Hal ini, kata dia, disebabkan Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya belum bisa mendarat pesawat jenis Boing.[]