Mantan Presiden Peru akan luncurkan memoar pribadinya di jejaring sosial

MANTAN Presiden Peru, Alberto Fujimori, mengatakan bahwa ia akan menerbitkan kutipan memoarnya di situs jejaring media sosial Twitter dan Facebook.

Fujimori mengatakan dalam sebuah surat bahwa bahwa memoar ini adalah media untuknya berbagi pikiran dan kenangan, baik itu senang maupun sedih ketika menjalani hukuman penjara selama 25 tahun atas pelanggaran hak asasi manusia. Akun media sosial tersebut nantinya akan dikelola oleh para kelompok pendukungnya.

Seperti yang diberitakan BBCNews, pria berusia 75 tahun ini berkuasa di Peru selama satu dekade sebelum diberhentikan dari kursi pemerintahan dan akhirnya mencoba melarikan diri dari negara itu pada tahun 2000. Sementara itu, Menteri Kehakiman Peru, Daniel Figallo sangat marah terhadap pernyataan Fujimori tersebut.

Penjara, bukan hotel

"Orang-orang yang melakukan pelanggaran dan kebebasannya tersebut dibatasi seharusnya memiliki hak terbatas. Jika tidak, penjara beralih fungsi menjadi hotel," kata Figallo kepada wartawan.

Sebelumnya, Figallo dilaporkan meminta direktur penjara untuk membatasi akses Fujimori ke media sosial. Mantan pemimpin ini masih memiliki pendukung di Peru dan bersumpah untuk mengungkapkan pikirannya secara online.

"Dengan cara ini, saya akan dapat berbagi pikiran, kenangan dan ilusi, kesedihan dan kegembiraan," demikian isi surat yang ditulisnya.

Sementara itu, Presiden Ollanta Humala Peru baru-baru ini menolak permintaan pengampunan Fujimori atas dasar kemanusiaan. Dalam beberapa Minggu terakhir, pihak berwenang menolak tawaran pengacara Fujimori agar memindahkannya menjadi tahanan rumah.

Setelah diberhentikan dari kursi kekuasaannya oleh Kongres negara tersebut pada tahun 2000, Fujimori kemudian mencari suaka di Jepang. Namun ia akhirnya kembali ke Cile, di mana ia ditangkap pada tahun 2005.

Ia telah membantah terlibat serangkaian pembunuhan dalam dua insiden yang dikenal sebagai La Cantuta dan Barrios Altos, dan penculikan seorang wartawan dan pengusaha. Fujimori berulang kali membantah dan mengatakan tuduhan ini bermotif politik.[] ihn

Leave a Reply