Maladewa Darurat Air Bersih

    24
    0

    Maladewa yang terkenal sebagai tujuan wisata pantai dan penyelaman, di Samudra Hindia, mendeklarasikan keadaan darurat. Langkah ini diambil setelah kebakaran yang terjadi pada fasilitas pengolahan air bersih, menyebabkan krisis persediaan air minum.

    Dilansir dari Reuters, Jumat, 5 Desember 2014, Maladewa telah meminta bantuan dari India, Sri Lanka, Amerika Serikat (AS) dan China. Seorang menteri, Mohamed Shareef, mengatakan sekitar 100.000 jiwa di Ibu Kota Male tidak memiliki air minum.

    Sedikitnya 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) Maladewa, berasal dari industri pariwisata. India disebut telah mengirimkan lima pesawat berisi air bersih, serta dua kapal berisi suku cadang untuk memperbaiki mesin pengolah air.

    Juru bicara kementerian luar negeri India, Syed Akbaruddin, mengatakan pesawat pertama telah tiba pada Jumat siang. "Kementerian luar negeri Maladewa menghubungi kami, semalam, menyampaikan situasi darurat," kata Akbaruddin.

    "Untuk tujuh hingga delapan hari ke depan, mereka akan menghadapi kesulitan dengan air, sehingga mereka meminta semua bantuan yang dapat diberikan," tambahnya.

    Bulan Sabit Merah di Maladewa telah menyiapkan 24 staf dan 60 relawan, untuk mendistribusikan air minum. Maladewa, negara kepulauan yang terdiri dari 1.190 pulau koral di barat daya India, dikunjungi lebih dari 750.000 turis setiap tahun.

    Negara itu memiliki populasi sekitar 400.000 orang, yang sebagian besar adalah muslim. Popularitas keindahan pantai Maladewa, membuat negara itu terkenal sebagai tempat tujuan wisata eksklusif.

    Sebagian orang bahkan menyebut Maladewa, yang rata-rata permukaan tanahnya hanya setinggi 1,5 meter dari permukaan laut itu, sebagai surga wisata. Satu persoalan bagi negara itu adalah persediaan air bersih. Mereka harus mengandalkan program pengolahan air laut, untuk bisa mendapatkan persediaan air bersih. | Sumber: viva.co.id