Makna di balik 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional

SELAIN Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember, tanggal 8 Maret juga menjadi tanggal penting bagi perempuan yang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau woman day.

Merujuk pada catatan sejarah peringatan ini sendiri berawal dari kemenangan besar kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Peristiwa historisnya, sebagaimana dikutip dari situs Wikipedia berawal dari peringatan kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada tahun 1911. Saat itu 140 perempuan meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.

Gagasan mengenai perayaan ini pertama kali dikemukakan memasuki abad ke-20. Pada masa itu gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi menyebabkan timbulnya protes mengenai kondisi kerja.

Puncaknya adalah ketika kaum perempuan dari pabrik tekstil membuat protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen tersebut memrotes sejumlah kebijakan yang menurut mereka kurang adil, seperti kondisi kerja yang sangat buruk dan gaji yang rendah. Aksi ini kemudian dibubarkan oleh polisi. Pada bulan yang sama dua tahun kemudian para perempuan ini lantas membentuk serikat buruh.

Hari Perempuan Internasional telah dirayakan sejak tahun 1910-an dan 1920-an, namun kemudian menghilang. Perayaan tersebut kembali muncul sekitar tahun 1960-an setelah munculnya gerakan wanita. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.

Berbagai catatan lain menyebutkan bahwa ihwal diperingatinya 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional bermula dari momen perempuan Rusia yang memberikan hak suaranya di pemerintah Rusia pada tahun 1917.

Sebagaimana pernah dilansir situs Indosiar, Hari Perempuan Sedunia sesungguhanya adalah kisah perempuan biasa menorah catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki.

Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntut dihentikannya peperangan; dalam Revolusi Prancis, perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan "kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan" menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.

Ide untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sebetulnya telah berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri ini sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan pemunculan paham-paham radikal. Berikut ini adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Sedunia.

1909

Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di Amerika Serikat.Hari hari tersebut kemudian terus diperingati perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.

1910

Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

1911

Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati (pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

1913-1914

Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada hari Minggu terakhir bulan Februari 1913. Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar tanggal 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-saudara perempuan di manapun juga.

1917

Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan "Roti dan Perdamaian". Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu. Hari bersejarah itu jatuh pada tanggal 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan). Dan sejak saat itulah Hari Perempuan Sedunia diperingati pada hari yang sama oleh perempuan di seluruh dunia[] (ihn)

Leave a Reply