Mahfud MD: Jika Mau, Dapat Rp 1 Miliar Per Perkara

SUMENEP – Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan kiat untuk mencegah korupsi kepada peserta Kongres Kebudayaan Madura, di Hotel Utami, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad, 23 Desember 2012.

Menurut Mahfud, bibit korupsi salah satunya adalah pemberian hadiah. "Jangan biasakan diri menerima hadiah, terutama dari orang berperkara," kata dia. Sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi, jika dirinya mau, dalam setahun bisa mendapatkan Rp 1 miliar dari orang berperkara di Mahkamah Konstitusi.

Tapi, Mahfud enggan melakukannya karena hal itu dianggap tak ada manfaatnya. "Jadi pejabat negara harus hati-hati, banyak hal sepele yang sebenarnya masuk kriteria korupsi," katanya.

Selain korupsi, Mahfud meminta penegak hukum untuk melestarikan budaya penegakan hukum yang damai. Ini dlakukan dengan tidak memperkarakan semua urusan ke pengadilan dan memfungsikan kembali forum musyawarah.

Saat ini, kata dia, peradilan damai sudah mulai ditinggal. Mahfud meminta bangsa Indonesia kembali pada Pancasila sebagai pedoman. "Kalau bukan sesuatu yang penting, diselesaikan secara musyawarah. Musyawarah dan peradilan sama-sama ingin kedamaian," dia mejelaskan.

Mahfud meminta masyarakat jangan lagi menyebut korupsi sebagai budaya. Bagi Mahfud, budaya selalu punya nilai kebaikan dan kearifan. Sedangkan korupsi sama sekali tidak baik. "Dikatakan budaya karena warisan leluhur. Korupsi di Indonesia bukan warisan leluhur karena baru muncul awal 1970-an." | sumber : tempo

Leave a Reply