Mahasiswa demo Terminal BBM Lhokseumawe

PULUHAN mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Lhokseumawe untuk menyatakan sikap penolakan terhadap kenaikan harga BBM, Rabu, 19 Juni 2013, sekitar pukul 12.30 WIB.

Aksi demo itu dilakukan mahasiswa setelah berunjuk rasa di gedung DPRK Aceh Utara, DPRK Lhokseumawe dan bundaran Bank Aceh Lhokseumawe. Mereka berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya, BEM Unimal, DEMA STAIN Malikussaleh, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, STAI Jami'atul Tarbiah Lhoksukon, HMI dan FKMA. 

Demonstrasi mahasiswa yang dikawal puluhan polisi, ikut disaksikan Mukhzammy, Operation Head Terminal BBM Lhokseumawe (dulu bernama Pertamina Depo Lhokseumawe). Muzammy kemudian memberi tanggapan setelah mendengar tuntutan pengunjuk rasa.

“Pertamina hanya sebagai operator, mendistribusikan BBM. Tuntutan anda-anda menolak kenaikan harga BBM hanya bisa kami tampung untuk kami teruskan ke pemerintah, tidak bisa kami putuskan di sini,” kata Mukhzammy.

Mukhzammy juga melayani dialog dengan kalangan mahasiswa di lokasi demo. Mahasiswa mempertanyakan fungsi pengawasan Pertamina yang dinilai lemah dalam pelaksanaan di lapangan sehingga berpotensi terjadi penimbunan BBM.

“Semua fungsi-fungsi kami ada pengawasannya, termasuk anda-anda ini mengawasi di luar, apakah ada kecurangan. Ini milik bersama, mari sama-sama mengawasi, kalau ada kecurangan di luar, tangkap, laporkan,” ujar Mukhzammy.

Ketika mahasiswa menanyakan sikap Mukhzammy secara hati nurani, apakah setuju dengan kenaikan harga BBM, ia menyatakan tidak bisa menjawab hal itu. “Bukan takut dipecat, kalau anda tanya secara pribadi, meurumpok bak warong kupi enteuk (jumpa di warung kopi nanti),” kata Mukhzammy yang disambut ledakan tawa mahasiswa.

Setelah mempertegas kembali sikapnya menolak kenaikan harga BBM dan mendesak Pertamina memperketat pengawasan, mahasiswa akhirnya kembali ke Lapangan Hiraq untuk membubarkan diri.[]

Leave a Reply