Lewat Humor, Duo Komedian Muslim-Yahudi AS Promosikan Perdamaian

    24
    0

    Muslim dan Yahudi diidentikkan dengan persengketaan. Apakah mungkin keduanya tertawa bersama? Kenyataannya itu terjadi dalam pertemuan dua komedian di ajang stand up comedy di Amerika.

    Komedian Muslim, Azhar Usman akan berduet dengan mantan Rabbi yang beralih profesi sebagai stand up komedian, Bob Alper, pada Rabu (7/3) malam waktu Amerika di Union South’s Varsity Hall, Wisconsin. Kedua Komedian ini akan membawa komunitas Muslim dan Yahudi di AS tertawa bersama dalam tour mengkampanyekan perdamaian.

    Duet stand up komedian Usman dan Alper telah berkeliling ke berbagai perguruan tinggi dan teater di seluruh AS untuk mengurangi stereotipe Islamophobia dan permusuhan antara Muslim dan Yahudi di dunia.

    Stand Up komedian Bob Alper terkenal dengan penampilannya di Radio Satelit XM/Sirius. Penduduk Vermont juga mengenal leluconnya sejak lama yang menirukan gaya Bill Cosby. Sedangkan Stand Up Komedian Azhar Usman ialah seorang komedian terkenal di kalangan muslim AS.

    Usman adalah warga AS keturunan Pakistan yang lahir di AS. Ia memiliki acara Stand Up komedi yang dibintanginya sendiri yang ditayangkan di ABC Nightline dan CSB Ahad pagi, berjudul 'Allah Made Me Funny'.

    Kolaborasi duo komedian itu digelar berkat kerjasama Himpunan Mahasiswa Muslim Amerika (MSA) dengan komunitas muslim dan yahudi AS. Presiden MSA, Zeeshan Haq mengatakan, aktivitas itu bagian dari bulan perayaan apresiasi tahunan MSA.

    Haq menjelaskan bahwa pilihan MSA menggunakan kedua Stand Up Komedian ini didasarkan pada keinginan untuk menghargai toleransi. Kegiatan itu juga didorong dialog konstruktif antar agama di kalangan mahasiswa di kampus, terutama demi meredam kecurigaan setelah 9 September 2001.

    Haq juga mengaitkan acara ini dengan perdamaian yang lebih besar, yaitu antara Yahudi dan Muslim di Timur Tengah. "Masyarakat internasional terus mengamati kondisi Israel dan dunia Islam yang kian memburuk, Saya harap acara ini menawarkan waktu untuk bisa sejenak melupakan permusuhan itu," ungkapnya.|Sumber: republika