Lebaran, BI Cetak Rp 56,4 Triliun Uang Baru

JAKARTA – Bank Indonesia mencetak Rp 56,4 triliun uang baru untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama periode Ramadan dan Lebaran 2012. Deputi Gubernur BI, Ronald Waas, menyatakan bank sentral juga mempersiapkan sistem pembayaran tunai dan non-tunai agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Berbagai langkah telah kami lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai. Distribusi dan persediaan sudah disiapkan baik di kantor pusat maupun di 41 kantor perwakilan," kata Ronald di kantor BI.

Dalam periode Ramadan dan Lebaran tahun ini, bank sentral memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadan dan Idul Fitri 2012 sebesar Rp 89,4 triliun. Kebutuhan tersebut meningkat Rp 9,1 triliun dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Dari total kebutuhan tersebut, BI mempersiapkan uang pecahan besar (pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu) sebesar Rp 81,1 triliun. Sedangkan untuk uang pecahan kecil (pecahan Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000 serta uang logam seluruh pecahan) sebesar 8,3 triliun.

Untuk sistem pembayaran non-tunai (RTGS, kliring), Ronald menyatakan, BI telah mempersiapkan infrastruktur untuk mengantisipasi peningkatan. Menurut dia, rata-rata volume transaksi non-tunai meningkat hingga 13,7 persen di atas transaksi normal harian.

Ronald menambahkan, transfer dana melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) juga telah menggunakan sistem transfer dana close to real time "Si Kilat" (Sistem Kliring Kini Lebih Cepat).

"BI akan optimal bekerja sama dengan perbankan dan sepanjang dibutuhkan BI juga siap menambah jam layanan operasional," katanya. | sumber: tempo

Leave a Reply