Lantik Satgas SAR Aceh Timur, Wakil Bupati Ceritakan Sejarah

    20
    0

    IDI RAYEUK – Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Syama'un, melantik Satuan Tugas SAR (Search and Rescue) Kabupaten Aceh Timur. Acara pelantikan itu dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan yang berada di Gampong Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

    Dalam sambutannya Syahrul Syamaun menyebutkan sejarah lahirnya organisasi SAR di Indonesia atau yang sekarang dikenal dengen Badan SAR Nasional (Basarnas) diawali dengan adanya penyebutan black area kepada suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.

    "Dengan bebekal kemerdekaan akhirnya pada tahun 1950 Indonesia menjadi anggota Organisasi Penerbangan Internasional dan sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia," kata Syahrul Syama'un menjelaskan sejarah pendirian organisasi SAR di Indonesia.

    Atas dasar itulah, kata Syahrul, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk Panitia SAR.

    Syahrul juga menjelaskan, untuk Kabupaten Aceh Timur Satuan Tugas SAR telah ada sejak tahun 2009. "Pada saat itu namanya SAR Rayeuk Bicah, itulah cikal bakal SAR Aceh Timur," ujar Syahrul.

    Ketika melantik Satuan Tugas SAR Aceh Timur, Syahrul juga membacakan Surat Keputusan Kepala Kantor SAR Banda Aceh Nomor: HK.601/23/11/2012 tentang Perubahan Struktur Organisasi SAR Aceh Timur. Syahrul menyatakan dengan keluarnya SK tersebut maka SAR Riyeuk Bicah dinyatakan tidak belaku lagi.

    "Kita sekarang memasuki babak baru dari organisasi yang sangat banyak membantu masyarakat luas ini," kata Syahrul.

    Dalam amanatnya Syahrul juga menyatakan Satuan Tugas SAR mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian search and rescue terhadap orang yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran, penerbangan, serta memberikan bantuan dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya.

    Hal itu dikatakannya sesuai dengan peraturan tentang SAR baik nasional maupun internasional.

    "Atas dasar tugas pokok itulah, maka kehadiran Satuan Tugas SAR sangat dibutuhkan, mengingat wilayah Aceh Timur sering terjadi bencana alam. Dengan pelantikan ini, semoga dapat membantu pemerintah dalam membantu menangani korban bencana alam," kata Syahrul. []