Komplotan perampok asal Aceh ditembak saat beraksi di Medan

    19
    0

    TUJUH orang anggota komplotan perampok asal Aceh, ditembak polisi di Medan, Sumatera Utara. Mereka dilumpuhkan saat beraksi di rumah seorang pengusaha bahan pakaian, Sabtu 23 Februari 2013.

    Para perampok tersebut kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan. Dokter tengah berupaya mengeluarkan peluru yang bersarang di kaki mereka.

    Para perampok ini semula menyantroni rumah merangkap toko konveksi Dunia International Taylor milik Syahril (56) di Jalan Gatot Subroto, Medan. Ketika korban membuka pintu rumah merangkap toko sekitar pukul 08.00 WIB mereka masuk dan mengancam Syahril dan istrinya Misluna (54).

    "Saya dan istri disekap," kata Syahril kepada wartawan di lokasi kejadian.

    Ternyata aksi itu diketahui warga dan kemudian melapor ke polisi setempat. Tim Jahtanras Satreskrim Polresta Medan segera turun ke lokasi. Upaya membekuk para tersangka tidak mudah, karena mereka memberikan perlawanan dan berupaya melarikan diri. Polisi kemudian melepaskan tembakan dan berhasil merobohkan para pelaku.

    Para tersangka yang berhasil yang dilumpuhkan itu masing-masing, Puji Adi (28) warga Kutacane, Aceh Tenggara, Heru Pinem (23), juga warga Kutacane dan Hamdani Ismail alias Abu Bleh (44), warga Bireun.

    Kemudian Sajudin (45) yang asal Banda Aceh, Suib Muzakir (37), Ance Mahendra (31) alias Viktor asal Kutacane dan Yadi (32) asal Aceh Utara.

    Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu unit mobil yang digunakan komplotan tersebut, yakni Daihatsu Xenia warna perak yang menggunakan plat palsu BK 1505 KF dan ada plat asli BK 1045 ZB. Kemudian 4 parang, 4 topi merah, 1 palu, 2 replika senjata api dan 2 handphone.

    Sementara barang bukti hasil rampokan yakni 9 jam tangan, 4 kotak perhiasan, 1 laptop Acer, BPKB sepeda motor, 1 kamera digital dan 3 gelang. | sumber: detik