Kisah Teungku Agam, Harimau yang Mati Tanpa Pusara

BANDA ACEH – Informasi penyebab tewasnya Teuku Agam dalam penerbangan menuju Jawa Timur hingga saat ini masih menjadi misteri.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diam untuk sementara waktu, “Kalau ada informasi terbaru saya kabari, tapi tidak bisa saya janjikan kapan (waktunya),” ujar Kepala Tata Usaha BKSDA Aceh, Affan Absori di Banda Aceh, Rabu malam 3 Oktober 2012.

Ia mengatakan Teuku Agam (nama harimau tersebut) sudah dikuburkan, “Sudah dikuburkan sekitar jam tiga tadi sore,” kata dia.

Namun, demi alasan keamanan, Affan enggan menunjuk lokasi kuburan Teuku Agam berada.
The Atjeh Post yang berusaha memastikan kebenaran kabar pemakaman itu, akhirnya hanya bisa berbincang dengan Safar, sang penjaga sekaligus pemberi makan Teuku Agam selama dua tahun ini.

Safar mengaku ikut serta saat pemakaman itu berlangsung, “Kuburannya digali dalam, hampir seperti (kuburan) manusia,” ujar Safar tertawa.

Namun, dibalik cerita kematian sampai pemakaman itu berlangsung, ternyata masih ada kabar duka dan kehilangan yang dirasakan di Mess kantor BKSDA Aceh. Salah satunya adalah Safar. Ia mengaku terkejut begitu mendengar kabar kematian Teuku Agam.

“Saya sedih, sudah lama bersama, sekarang tiba-tiba dia mati,” ujar pemuda tersebut kepada The Atjeh Post.

Menurut penuturan Safar, Teuku Agam selama ini telah dianggap cukup jinak, “Dulu, lima bulan pertama di sini dia sangat buas, asal lihat orang langsung mengaum,” kata Safar.

Namun begitu, kewajiban merawat serta memberi makan Teuku Agam tetap dijalani Safar sebagaimana mestinya, “Dia menjadi jinak (tidak ribut mengaum lagi), asal saya datang bawa makan dia langsung mendekat. Tapi tetap terhalang pagar besi kandang,” kenang Safar.

Berbagai kenangan dan pengalaman pun diceritakan Safar. Teuku Agam sejak dikarantina 2010 lalu ternyata sanggup menghabiskan makanan sampai delapan kilogram daging ayam potong per satu hari.

“Makannya harus ayam segar, kalau ayam busuk tidak mau dia,” kata Safar.

Jadwal makan Teuku Agam dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Safar juga mengatakan, detik-detik terakhir sebelum harimau itu diterbangkan dalam paket pengiriman Cargo Animal Live, memakai pesawat Garuda GA 143 dari Banda Aceh dengan tujuan menuju Jatimpark 2 Jawa Timur itu, kondisinya masih sehat-bugar.[]

Leave a Reply