Kiat Berdoa Abad XXI (1)

    21
    0

    SATU siang di sebuah masjid di jantung Ibu Kota Kairo Mesir, akhir Oktober lalu. Puluhan warga Syiah tampak khusyuk mendaras doa di depan makam Imam Husain. Mulai anak-anak hingga usia renta. Ada yang duduk bersila di lantai, ada pula yang berdiri, berdoa seraya mengangkat tangan tinggi-tinggi.

    Kubur cucu Nabi Muhammad ini sangat indah. Dikelilingi pagar berwarna kuning emas berhiasan ornamen. Kaum Syiah meyakini di sinilah terkubur tubuh Imam Husain setelah dipancung pasukan Muawiyah dalam tragedi Karbala. Sedangkan kepalanya dikubur dmakamkan di Karbala, kota di selatan Irak.

    Bagian sebagian kaum muslim Sunni dan Syiah, doa tidak akan terkabul tanpa bertawasul melalui para wali Allah dan orang-orang saleh. Sebab itu, mereka kerap melontarkan pujian terhadap para imam itu sebagai jembatan supaya Allah menjawab doa mereka.

    Sebagian besar ulama membolehkan bertawasul kepada orang-orang saleh karena meyakini kedekatan mereka dengan Allah lantaran amal mereka.

    Tentu saja, salawat atas Rasulullah tidak boleh dilupakan. Seperti dalam hadis diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus mantu Nabi Muhammad: Semua doa itu terhalang sampai dibacakan salawat untuk nabi.

    Inilah salah satu keutamaan salawat. Bahkan, Nabi Adam bersalawat kepada Nabi Muhammad agar dosanya mengunyah buah khuldi diampuni. Allah juga menetapkan salawat kepada Nabi Muhammad sebagai mahar Nabi Adam saat menikahi Hawa.

    Sebelum Nabi Muhammad lahir pun, Nabi Yusuf pernah memohon ampun melalui perantara ayahnya, Nabi Yaqub. Seperti dikisahkan dalam Alquran: Mereka berkata, wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami atas dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami adalah orang-orang berdosa.

    Nabi Yaqub berkata: Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

    Umat Nabi Musa pun meminta bantuan Nabi Musa untuk berdoa kepada Allah agar mereka terhindar dari azab.

    Alhasil, sudah sangat lumrah berdoa lewat perantara orang-orang mulia kedudukannya di sisi Allah.| sumber: merdeka.com