Ketua Baru BRA Aceh Utara Pertanyakan SK Gubernur

    21
    0

    BANDA ACEH- Puluhan anggota Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Utara, mendatangi kantor BRA Propinsi Aceh.  Mereka meminta kejelasan peralihan jabatan ketua BRA lama Muhammad Yahya (Amad Blang) kepada ketua baru Baharuddin (Din Tino), sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/423/2011 tertanggal 13 Oktober 2011.

    Din Tino yang ditemui The Atjeh Post di sela-sela orasinya di kantor BRA propinsi Aceh menyebutkan, sejak aktif bertugas pada 13 Oktober lalu, pihaknya belum memperoleh kendaraan operasional, kantor dan gaji sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

    “Gaji saya jatah Oktober sampai Desember 2011 masih diberikan kepada Ahmad Blang. Data-data korban konflik juga belum diserahkan, termasuk buku cek milik BRA belum dikembalikan kepada kami,makanya kami datang kemari ingin meminta kejelasan, sebab kami tidak mau terjerat hukum,” kata Din Tino.

    Din Tomo mengatakan,“Saya diangkat menjadi Ketua BRA Aceh Utara, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/423/2011 tertanggal 13 Oktober 2011. Saya berharap BRA Pusat segera bersikap dengan menindaklanjuti SK Gubernur tanggal 13 Oktober 2011 supaya tidak terjadi lagi dualisme kepemimpinan di BRA Aceh Utara,” ungkapnya.

    Orasi yang digelar di depan Kantor BRA Propinsi Aceh siang tadi berlangsung tertib. Kedatangan mereka disembut baik oleh Ilyas, Kepala Bagian Perencanaan. ”Saya akan sampaikan persoalan ini kepada Pak Hanif Asmara,karena beliaulah ketua BRA propinsi Aceh. Saya tidak bisa mengambil kebijakan, saat ini beliau sedang berada di luar kota,” katanya.[]