Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Minta Petugas Puskesmas Disiplin

    17
    0

    MASYARAKAT kawasan pesisir Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mengeluhkan pelayanan medis di puskesmas setempat yang tidak maksimal. Warga menilai kondisi ini terjadi sejak adanya pergantian posisi staf di puskesmas tersebut.

    “Itu sudah lama terjadi, persisnya saat pergantian posisi staf dilakukan. Hal itu berdampak pada pelayanan terhadap masyarakat. Padahal dulunya baik-baik saja,” ujar Keuchik Ulee Rubeik Barat, Badlisyah Yahya, Kamis, 29 Januari 2015.

    Salah satu petugas medis di Puskesemas Seunuddon, dr. Weldi, mengatakan pelayanan tidak maksimal kepada masyarakat terjadi lantaran kekurangan obat injeksi. Sementara Kepala Puskesmas Seunuddon, Zaituni, mengatakan pergantian atau perpindahan petugas dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di kawasan pedalaman.

    “Permasalahan ini sudah selesai di kantor Kecamatan Seunuddon. Lagi pula, pemindahan petugas dilakukan untuk mengurangi angka gizi buruk serta kematian ibu dan bayi di kawasan pedalaman. Jika memang pemindahan petugas itu bermasalah, maka akan kita tarik kembali ke posisi semula,” katanya.

    Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Effendi turun langsung ke Puskesmas Seunuddon, Kamis, 29 Januari 2015 kemarin. Kunjungan tersebut ikut didampingi kalangan Komisi E DPRK Aceh Utara.

    Di lokasi, dr Effendi mengatakan keluhan masyarakat tidak akan terjadi jika petugas mengetahui dan menjalankan tugasnya secara baik.

    Dia juga berharap petugas medis di Puskesmas Seuneuddon agar disiplin, seperti halnya masuk dinas pukul 07.45 WIB dan pulang pada pukul 16.30 WIB. Selain itu, IGD harus siap 24 jam, ambulans selalu standby, serta setiap ada pasien darurat yang tidak sanggup ditangani segera dirujuk ke rumah sakit.

    “Kita sebagai petugas jika dikritik harus terima. Kita wajib melayani masyarakat, bukan hanya orang sakit tapi juga yang sehat. Saat ada pasien yang datang ke puskesmas, disapa dan diarahkan, itu baru namanya pelayanan. Lagipula di sini ada empat dokter. Saya rasa sangat mencukupi,” kata dr Effendi.

    Kadis Kesehatan Aceh Utara juga mengatakan petugas harus mengecek stok obat setiap awal bulan. Jika kurang segera dilaporkan ke dinas.

    “Obat-obatan ada, tapi harus dikontrol. Setiap awal bulan dicek kembali apa kebutuhan yang kurang, segera laporkan. Intinya harus tahu tugas masing-masing. Saya tidak mau lagi mendengar ada keluhan atau permasalahan yang sama, baik di Puskesmas Seunuddon atau lainnya,” kata dr Effendi.

    Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRK Aceh Utara mengatakan, ada dua surat yang masuk ke dewan. Pertama terkait keluhan SD Persiapan Negeri 25 Tanah Jambo Aye dan permasalahan di Puskesmas Seunuddon.

    “Kita turun atas instruksi Bupati Aceh Utara dan Ketua DPRK Aceh Utara. Alhamdulillah perjalanan ke dua lokasi berbuah hasil yang baik, kita harap tidak terjadi lagi permasalahan yang sama,” kata Rianti.[]