Kenali 5 Gejala Kecanduan Kafein

Kafein bisa membantu ketika Anda butuh untuk tetap fokus bekerja atau berkegiatan. Namun banyak yang tak mengetahui bahwa kafein memiliki sifat yang sama dengan obat dan bisa menyebabkan kecanduan.

Penggunaan kafein dalam jumlah yang banyak bisa menyebabkan masalah dan membuat orang menjadi tergantung pada kafein. Sayangnya tak banyak yang mengenali beberapa gejala ketika mereka mulai kecanduan dan bergantung pada kafein. Berikut adalah beberapa gejala kecanduan kafein yang sebaiknya Anda waspadai, seperti dilansir oleh Daily Health News.

Sakit kepala kronis setiap hari

Penelitian di Belanda mengungkap bahwa seseorang bisa mengalami kecanduan kafein bahkan jika dia hanya mengonsumsi 100 mg kafein setiap hari. Ketika mereka tak mendapatkan asupan kafein harian, orang akan mulai mengalami sakit kepala yang kronis dan bisa terjadi setiap hari.

Sekitar 100 mg kafein bisa didapatkan melalui satu cangkir kopi, cokelat hitam, dan dua cangkir teh. Jika Anda mengonsumsi minuman dan makanan tersebut kemudian merasa sakit kepala yang kronis selama beberapa hari, waspadalah. Itu bisa jadi gejala kecanduan kafein. Untuk mengatasinya, perlahan Anda harus menghilangkan kebiasaan mengonsumsi kafein setiap hari.

Gula darah naik

Berdasarkan penelitian pada Agustus 2013, kafein bisa menyebabkan perubahan pada keseimbangan tingkat gula darah dalam tubuh. Kafein mengurangi penyerapan glukosa pada otot tulang sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi pada gula darah.

Selain itu, peneliti menemukan bahwa kafein juga bisa meningkatkan risiko serangan hypoglycemic pada pasien diabetes tipe-1 dan bisa meningkatkan gula darah pada pasien diabetes tipe-2. Yang perlu diwaspadai, meski Anda bukan pasien diabetes, namun lonjakan gula darah yang tinggi dan konstan juga bisa membuat Anda berada dalam keadaan pre-diabetes.

Penurunan prestasi

Apakah prestasi akademik atau kinerja Anda menurun? Itu juga bisa disebabkan oleh kecanduan kafein. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nurse Practitioner menemukan bahwa konsumsi kafein bisa menurunkan kinerja atau prestasi pada orang dewasa maupun anak muda.

Efek ini bahkan lebih buruk jika orang tersebut tak hanya mengonsumsi minuman berkafein, melainkan juga mengonsumsi obat yang mengandung kafein di dalamnya. Perhatikan, apakah prestasi kalian menurun setelah memiliki kebiasaan minum minuman berkafein? Jika iya, itu bisa jadi gejala kecanduan.

Agresif

Setiap orang bisa jadi memiliki sifat yang secara alami agresif. Namun jika tia-tiba saja seseorang menjadi agresif setelah mengonsumsi minuman berkafein, itu adalah gejala kecanduan. Sebuah penelitian mengungkap bahwa kafein bisa membuat seseorang menjadi lebih agresif dan bisa bertindak kasar pada orang lain.

Dalam penelitian tersebut, peneliti juga menyarankan setiap orang untuk berhati-hati ketika mengonsumsi obat atau minuman berkafein di tempat umum. Jangan sampai minuman berkafein tersebut bisa membuatnya lepas kontrol dan menjadi kasar. Selain itu juga sangat dilarang untuk mencampurkan minuman berkafein dengan alkohol.

Menggunakannya untuk berdiet

Ini adalah salah satu contoh yang berbahaya. Seringkali orang yang memiliki kelainan makan seperti anoreksia dan bulimia menggunakan kafein untuk mempercepat metabolisme dan membantu mereka menurunkan lebih banyak berat badan. Hal ini tentunya sangat berbahaya. Kelainan makan itu sendiri sudah berbahaya untuk kesehatan, ditambah dengan kecanduan kafein yang dialaminya.

Selain itu, jika seseorang menderita gangguan makan dan sangat kurus, kemudian mengalami kecanduan kafein, maka risikonya mengalami kematian akan semakin tinggi. Hal ini karena metabolisme tubuh dan berat badan tak seimbang dengan detak jantung yang terlalu cepat akibat efek kafein. Anda bisa mengalami serangan jantung mendadak yang berujung pada kematian.

Itulah beberapa gejala kecanduan kafein yang harus diwaspadai. Kecanduan kafein seringkali tak diperhatikan karena gejalanya yang samar, namun kecanduan kafein bisa berujung pada hal-hal berbahaya, dan bahkan kematian. Untuk itu, selalu awasi konsumsi kafein Anda setiap hari. Jangan biasakan diri mengonsumsi terlalu banyak kafein. | sumber : merdeka

Leave a Reply