Kejati Aceh Bakal Panggil Saksi Soal Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama IKSAS

TIM penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh telah menelaah dan mempelajari sejumlah berkas kasus dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa Ikatan Keluarga Samadua Aceh Selatan (IKSAS).

"Kita telah menelaah dan mempelajari beberapa berkas dokumen data pembangunan asrama itu," kata Kepala Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Amir Hamzah saat dijumpai ATJEHPOST.co di Kejati Aceh, Banda Aceh, Selasa, 3 Februari 2015.

Amir Hamzah mengatakan tim penyidik Kejati Aceh akan terus mencari sejumlah bukti baru dan akan memanggil saksi-saksi terkait pembangunan asrama tersebut.

Informasi yang dikumpulkan ATJEHPOST.co, pembangunan asrama mahasiswa IKAS merupakan program aspirasi anggota DPR Aceh periode 2009-2014, Liswani. Asrama yang dibangun di Gampong Rukoh Kecamatan Darussalam tersebut bersumber dari dana APBA tahun 2012 dan 2013 melalui Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.

Berdasarkan hasil investigasi GeRAK Aceh dan Ikatan Mahasiswa Pemuda Samadua (IMPS), ditemukan bukti bahwa pembangunan asrama IKSAS itu diusulkan dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,3 miliar.

GeRAK menemukan usulan proyek ini dilakukan secara multiyears, selama dua tahun berturut-turut.

"Ini menunjukkan bahwa dana aspirasi DPRA itu patut menjadi pertanyaan, sebab proses pembangunannya dilakukan bertahap, padahal anggaran untuk pembangunan asrama diusulkan dan dilaksanakan untuk 1 tahun anggaran berjalan dan ini sangat aneh, karena ada kejanggalan dalam implementasi dan pengusulan dana aspirasi anggota DPRA tersebut," ujar Askhalani selaku Koordinator GeRAK Aceh melalui siaran pers, Kamis 22 Januari 2015 lalu.

Sementara Ketua IMPS, Hariyadi, berharap kasus pembangunan asrama IKSAS itu dapat segera terselesaikan. Apalagi asrama tersebut sangatlah penting dan dibutuhkan oleh mahasiswa Kecamatan Samadua yang kini sudah banyak berada di Banda Aceh.

"Kami hanya berharap, supaya masalah ini cepat selesai, dan asrama tersebut bisa segera diserahterimakan kepada kami," ujar Hariyadi saat dihubungi ATJEHPOST.co Rabu, 4 Februari 2015.[] Laporan: Saiful Haris

Leave a Reply