Kasat Lantas Polresta Banda Aceh Minta Tidak Ada Calo dalam Pembuatan SIM

KASAT Lantas Polresta Banda Aceh, Kompol M. Junaeddy Jhonny, SIK, menyampaikan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan rangkaian kerja yang terus diperhatikan. Junaeddy menginginkan agar tidak adanya satuan kerja lantas yang melakukan pungutan liar ataupun calo dalam pengadaan pembuatan SIM.

"Jadi dalam tahap membuat SIM ini ada mekanismenya, dan itu harus diikuti dan benar-benar diperhatikan," kata Kompol. M. Junaeddy Jhonny SIK, saat dijumpai ATJEHPOST.co di Polresta Banda Aceh, Kamis, 5 Februari 2015.

Ia mengatakan ada beberapa mekanisme penerbitan SIM, seperti pemohon harus melampirkan KTP asli. Selain itu masyarakat yang ingin membuat SIM di Polresta Banda Aceh harus melampirkan KTP asli Aceh.

Mekanisme selanjutnya, pemohon harus melampirkan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit, atau puskesmas setempat, kemudian juga melampirkan surat keterangan kesehatan rohani (psikologi), yang diambil dari rumah sakit setempat yang melayani kejiwaan. Syarat selanjutnya adalah pemohon bersedia melunasi biaya administrasi.

Ia merincikan untuk pembuatan SIM C baru pemohon harus melunasi biaya administrasi sebesar Rp100 ribu, sementara untuk perpanjangan Rp75 ribu. Untuk pembuatan SIM A baru Rp120 ribu sedangkan untuk perpanjangan Rp80 ribu.

Junaeddy juga menjelaskan penggunaan golongan SIM sesuai Pasal 80 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009. Golongan SIM A dipakai untuk mengemudi kendaraan bermotor dengan berat tidak boleh melebihi dari 3.500 kilogram, sementara untuk SIM B1 untuk kendaraan bermotor yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram.

Adapun untuk golongan SIM B2 untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan, atau truck gandeng dengan berat boleh melebihi dari 1.000 kilogram, sementara untuk golongan SIM C untuk pengguna sepeda motor, dan SIM D hanya dikhususkan untuk pengguna kendaraan bermotor bagi penyandang cacat.[] Laporan: Saiful Haris

Leave a Reply