JPN Desak Bank Mandiri Kembalikan Sisa Deposito Rp81,6 Miliar

    17
    0

    BANK Mandiri cabang Lhokseumawe didesak agar segera mengembalikan sisa dana deposito Rp 81,6 Milyar ke kas daerah.

    Hal itu disampaikan melalui surat pada Rabu, 4 Februari 2015 lalu oleh tim percepatan pengembalian deposito Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

    Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, T Rahmatsyah didampingi Wakil Ketua Tim Marzuki, kepada atjehpost.co, Jumat 6 Februari 2015 menyebutkan, pihaknya selaki Jaksa Pengacara Negara (JPN) sudah menggelar pertemuan pada awal 2015 dengan pihak Bank Mandiri Lhokseumawe.

    “Kita sudah membahas terkait pengembalian dana tersebut ke kas daerah. Mengingat saat ini Aceh Utara sangat membutuhkan dana itu untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir akhir tahun 2014 lalu,” ujarnya.

    Dalam hal itu, tim akan menunggu pengembalian dana tersebut oleh Bank mandiri Lhokseumawe selama dua pekan mendatang. Jika memang nantinya belum juga dikembalikan, maka pihaknya akan mengambil tindakan selanjutnya.

    “Kita harap semua pihak dapat membantu proses pengembalian dana tersebut. Karena dana itu sepenuhnya akan digunakan untuk pembangunan Aceh Utara. Ditambah lagi dalam proses pengembalian dana itu, pihaknya tidak menggunakan uang negara,” kata T Rahmatsyah.

    Seperti diketahui, dana tersebut merupakan barang bukti dari terpidana Herrysawati Bakrie. Dana itu disita Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dan dititipkan di Bank Mandiri cabang Lhokseumawe. Persisnya setelah putusan kasus tersebut inkrah atau berkekuatan hukum tetap pada tahun 2013 lalu.[]