Jamaah Haji diminta tidak bawa uang banyak

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) meluncurkan layanan penyimpanan uang yang bisa dimanfaatkan oleh jamaah haji. Ini salah satu cara untuk berjaga-jaga dari risiko uang hilang.

Layanan anyar itu diluncurkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dalam acara Peluncuran Pelayanan Perbankan dan Sistem Informasi Pengendalian Petugas dan Jamaah Haji di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, Senin 9 September 2013.

Anggito menjelaskan layanan tambahan ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus-kasus uang hilang yang pada tahun 2012 lalu mencapai ribuan baik itu living cost dan uang yang dibawa. Uang itu hilang terjadi di pemondokan, masjid atau tempat lain.

Peluncuran sistem ini dihadiri 5 jamaah haji asal Jakarta Utara.

Layanan penyimpanan uang ini dalam bentuk kartu ATM yang dicetak 4 bank yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Syariah Mandiri (BSM). Kartu ini didaftar dan para jamaah haji menerima rekening. Cuma butuh waktu 5 hingga 10 menit untuk mendapatkan kartu ini, gratis.

"Kalau punya uang untuk keamanan disimpan saja jangan dibawa-bawa. Nanti ATM di sana ATM dicolok, ambil uang dalam bentuk real. Kalau ada kesulitan telepon petugas dan akan mengganti. Ini cara untuk berjaga-jaga. Kalau jamaah yakin menyimpan, silakan tidak ada paksaan," papar Anggito.

Keluarga para jamaah haji di Tanah Air juga bisa mentransfer uang dapat menggunakan rekening itu.[] sumber : detik.com

Leave a Reply