Jalan Longsor, Pembangunan Jembatan Senilai Rp1,4 Miliar Terhambat

    15
    0

    LHOKSUKON – Pembangunan jembatan senilai Rp1,4 miliar di Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terhambat karena curah hujan yang tinggi selama Desember 2012. Dampaknya, badan jalan dilintasan itu telah ambruk akibat abrasi.
     
    Proyek itu dikerjakan oleh CV Budi Prima Sentosa Banda Aceh dengan dana bersumber dari APBA tahun 2012. Jembatan itu merupakan penghubung antara Desa Alue Buket ke tiga Desa Blang Aman, Reudep, dan Buket Sentang, Kecamatan Lhoksukon.
     
    “Proyek jembatan itu sudah berjalan 80 persen, hanya tinggal pengecoran abdomen dan tapak bangunan. Curah hujan yang tinggi membuat proses pengerjaan terhambat, ditambah lagi badan jalan yang longsor,” kata Harun Rasyidi, kepala tukang pembangunan jembatan itu kepada ATJEHPOSTcom, Sabtu 22 Desember 2012.
     
    Saat ini badan jalan menuju lokasi pengerjaan jembatan dari Desa Alue Buket terendam banjir sepanjang 1 kilometer. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Air itu berasal dari saluran jembatan yang meluap.
     
    Tak hanya itu, longsor juga terjadi di dua sisi badan jembatan. Yaitu, bagian timur menuju Desa Meunasah Blang dan bagian utara menuju Desa Reudep. “Khusus di badan jalan pinggiran jembatan, saat ini sudah tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat. Hanya sepeda motor yang bisa melintas,” jelas Harun.
     
    Imbas dari longsor dan banjir, kendaraan truck pengangkut material kesulitan masuk ke lokasi. “Padahal kita terus memburu pengerjaan, bahkan hingga larut malam. Namun banjir dan longsor tidak bisa diajak kompromi. Mau bagaimana lagi,” ucapnya.
     
    Hal itu dibenarkan Yunus dari CV Budi Prima Sentosa, Banda Aceh. Kata dia, seharusnya proyek jembatan itu sudah selesai jauh hari lalu, namun terhambat faktor alam: curah hujan tinggi dan tanah longsor.
     
    “Tapi kita terus berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan jembatan, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat banyak. Ditambah lagi itu merupakan jalur sentral perekonomian masyarakat mengangkut hasil tani,” katnya.[](iip)