Ini Tarif Cangkok Hati yang Ditanggung BPJS di Program JKN

    17
    0

    BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional mengatakan, hanya menanggung biaya pengobatan pasien yang berobat ke rumah sakit rujukan khusus baik di tingkat regional maupun nasional, sesuai dengan aturan Permenkes Nomor 59 Tahun 2014.

    Hal ini disampaikan Kepala Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Pusat, Irfan Humaidi, kepada ATJEHPOST.co, Rabu malam, 11 Februari 2015.

    Mengenai pasien anak asal Aceh Daffa Delvira yang menderita Atresia bilier dan dibiayai melalui program JKN, Irfan mengaku belum mendapatkan informasinya. Namun secara umum ia mengatakan, dalam menerima klaim rumah sakit tempat pasien dirawat, pihaknya tetap tunduk pada ketentuan yang telah ditetapkan regulator, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

    Selain itu katanya, biaya pertanggungan pasien juga ditetapkan berdasarkan diagnosa, tipe rumah sakit rujukan dan tarif kelas.

    Merujuk pada aturan di atas, biaya prosedur pencangkokan hati di Rumah Sakit Umum Rujukan Nasional terbagi menjadi kelas ringan, sedang dan berat. Sedangkan tarifnya terbagi menjadi  tiga yaitu Tarif Kelas 3, Tarif Kelas 2 dan Tarif Kelas 1.

    Adapun rinciannya yaitu cangkok hati ringan Tarif Kelas 3 Rp 82,596,400, Tarif Kelas 2 Rp 99,115,700 dan Tarif Kelas 1 Rp 115,635,000. Untuk cangkok hati sedang Tarif Kelas 3 Rp 91,125,900, Tarif Kelas 2 Rp 109,351,100 dan Tarif Kelas 1 Rp 127,576,300. Sedangkan untuk biaya cangkok hati kelas berat adalah Tarif Kelas 3 159,853,700, Tarif Kelas 2 Rp 191,824,400 dan Tarif Kelas 1 Rp 223,795,100.

    Daffa sendiri saat ini dirawat di RSCM Jakarta yang menjadi Rumah Sakit Umum Rujukan Nasional.

    “Kembali ke kasus tadi (Daffa), karena memang yang ditetapkan maksimal demikian 200 sekian. Maka kita dari BPJS tidak menolak siapa pun, seandainya RSCM jadi melakukan operasi cangkok hati lalu rumah sakit mengklaim ke BPJS, kita bayar sesuai ketentuan yang berlaku. BPJS menerima tagihan atau klaim dari rumah sakit mana pun,” kata Irfan.

    Berkali-kali Irfan mengatakan pada prinsipnya BPJS menjamin biaya pengobatan pasien sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihaknya tidak bisa membayar di luar ketentuan yang sudah dibuat dalam Permenkes.

    “Kalau kita bayar melebihi ketentuan BPJS Kesehatan itu akan diperiksa berbagai pihak seperti BPK atau bahkan KPK,” ujarnya.

    Jika tarifnya sesuai ketentuan kata Irfan, BPJS tetap akan membayar meski orang yang sama melakukan tindakan medis berulang-ulang.[]