Ini Tanggapan Mantan Petinggi Mahasiswa FKIP Soal Kisruh Pemilihan Dekan

BANDA ACEH – Sejumlah alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah, mengaku sangat menyesalkan terjadinya kisruh dalam pemilihan dekan di fakultas itu. Prilaku tersebut dianggap telah mencoreng citra FKIP sebagai salah satu lembaga pendidik guru di Aceh.

“Kejadian ini sangat kita sesalkan. Seharusnya, orang tua kita dapat menunjukan prilaku yang baik bagi mahasiswa,” kata Budi Azhari, dosen IAIN AR-Raniry, yang juga alumni FKIP Unsyiah, kepada ATJEHPOSTcom, Kamis 10 Januari 2013.

Menurut dia, sejumlah alumni FKIP terkejut terjadinya peristiwa itu. Alumni juga sangat menyesalkan kasus itu terjadi di FKIP. "Apalagi ini terjadi di FKIP yang notabene-nya adalah lembaga pecetak guru yang menjadi panutan siswa," katanya.

Namun, kata dia lagi, selisih pendapat adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi. Namun yang terpenting adalah cara menyikapi perbedaan pendapat itu sendiri.

“Harusnya ada cara-cara yang arif dan bijaksana. Bukannya robohkan meja dan jadi tontonan mahasiswa,” kata mantan Ketua BEM FKIP tahun 2002 itu.

Sementara itu, mantan pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP 2008, Zikilullah, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, kericuhan yang terjadi pada pemilihan dekan FKIP telah memberikan stigma negatif kepada lembaga itu.

“Kita berharap, Anggota Senat FKIP dapat mencari solusi terbaik agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan," katanya.(mrd)

Berita terkait:

Ditanya Soal Kisruh Pemilihan Dekan, Mahasiswa FKIP Bilang Wajar

Leave a Reply