Ini Kata Warga Singkil Terkait Penangkapan Empat Rekan Mereka

    10
    0

    SINGKIL – Keempat warga Singkil yang ditangkap polisi karena menduduki lahan PT Ubertraco/ Nafasindo pada Selasa kemarin, 22 Mei 2012, ditetapkan sebagai tersangka. Menurut rekan-rekannya, keempat warga Singkil itu dijerat pasal 16 dan 17 Undang Undang nomor 9 tahun 1998 tentang kewajiban menyampaikan pendapat di muka umum.

    Selain itu, kata Mukhlis Pohan, warga Singkil, keempat orang itu juga dijerat pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

    Keempat warga yang ditangkap tersebut Haji Sairun, Jaminuddin, Zulyadin, dan Sahyani. Sahyani, kata Mukhlis, merupakan Koordinator aksi pendudukan lahan.

    Sedangkan tiga orang lainnya adalah pengurus LSM Gempa yang selama ini gencar menuntut pembebasan lahan yang diduga diserobot PT Ubertraco/Nafasindo.

    Namun, kata Mukhlis, dari empat orang tersebut hanya satu orang yang mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat polisi, yaitu Sahyani. Sedangkan tiga orang lainnya tidak bersedia menandatangani.

    “Alasan ketiga orang ini karena mereka tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan kepada mereka,” kata Mukhlis Pohan.[]

    Berita Sebelumnya:

    Empat Warga Singkil yang Ditangkap Polisi Menjadi Tersangka