Ini Hasil Pertemuan JBC IMT-GT di Hermas Palace

    18
    0

    KEGIATAN IMTGT 2014 yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 September 2014, diawali dengan pertemuan joint business council (JBC) yang diikuti lebih dari 98 pengusaha dari Indonesia, Malaysia dan Thailand yang bergerak pada bidang private sector.

    Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam.

    Saat membuka kegiatan tersebut, Wali Kota Sabang mengharapkan forum JBC dapat mendorong inisiatif bisnis di antara negara anggota guna meningkatkan perekonomian dan pembangunan di wilayah IMT-GT.

    Wali Kota Sabang juga menekankan pentingnya penguatan daya saing melalui peningkatan kualitas produk demi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

    Dan secara khusus, terkait dengan potensi Sabang sebagai tujuan wisata, wali kota menghimbau seluruh pemangku kepentingan yang terlibat untuk mendukung Sabang untuk berkembang dan maju ke depannya sebagai destinasi utama wisata.

    Usai pembukaan JBC, acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dua Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan PT Arthama Mulia Sejatera di bidang Perhotelan dan antara BPKS dengan PT Dayamas Surya Pratama dalam kerja sama Solar Energy.

    Pada pertemuan kali ini, para pengusaha Aceh banyak memberikan inisiatif-inisiatif baru terkait proyek-proyek konektivitas dan pariwisata serta perdagangan dan investasi. Hal tersebut merupakan kemajuan positif dalam forum kerjasama JBC karena JBC Indonesia tidak hadir dalam 3 pertemuan sebelumnya.

    Inisiatif-inisiatif tersebut antara lain terkait, pembukaan rute pariwisata Langkawi-Krabi-Sabang, pengembangan konektivitas seperti penerbangan Phuket-Krabi-Sabang, Roro Ranong-Phuket-Sabang/Malahayati dan Roro Krueng Geukueh-Penang/Port Klang, dan serta, kerjasama di bidang investasi dan perdagangan seperti promosi produk essential oil Aceh.

    Selain itu, dikemukakan pula inisiatif proyek dalam reformasi logistik melalui container-based IT survey. Dimana diharapkan proyek tersebut dapat mengurang biaya logistik pelabuhan yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Pada sesi update proyek, JBC Malaysia mengangkat isu proyek IMT-GT Rubber Corridor yang diharapkan dapat menciptakan keuntungan bersama dan kesempatan bisnis baik bagi pihak swasta maupun perusahaan kecil lokal di masing-masing negara anggota.

    Proyek tersebut akan mencakup pengembangan mulai dari pembibitan pohon karet hingga proses akhir produk karet. Guna mempercepat realisasi kerjasama, JBC Indonesia mengusulkan untuk mengadakan pertemuan khusus antara JBC dengan asosiasi pengusaha karet di masing-masing negara baik Indonesia, Malaysia maupun Thailand.