Ini alasan Puan Malaysia datang ke SDN 12 Lhokseumawe

DISAMBUT antusias para murid dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Muara Dua Kota Lhokseumawe, dua Puan dari Selangor Malaysia, Puan Narimah dan Puan Narizah terlihat senang dan terus memuji semangat anak-anak di SD tersebut.

“Saya sangat senang bisa datang ke sini. Saya minat sekali dengan kemajuan sekolah. Jadi saya dengar cerita dari kepala sekolah tentang anak-anak sekolah ini, lalu saya datang sambil bawa bantuan sikit,” ujar Kepala Sekolah Kebangsaan Negeri Malaysia, Puan Narimah, dalam bahasa Melayu kepada ATJEHPOSTcom, Selasa, 26 Maret 2013.

Ia juga menceritakan, sebelumnya tahun 2010 pernah mengunjungi Aceh, tepatnya Banda Aceh untuk jalan-jalan dan melihat-melihat kondisi Aceh pascatsunami tahun 2004 silam. Kemudian katanya rekan-rekan kepala sekolah di Lhokseumawe datang ke Selangor Malaysia dan menceritakan sekolah-sekolah di sini termasuk SDN 12 yang banyak menampung siswa korban tsunami.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pejabat dari Jabatan Pelajaran Negeri Selangor Malaysia, Puan Narizah, adik dari Puan Narimah ini menguku senang bisa ke Lhokseumawe khususnya ke SD 12 Muara Dua, Lhokseumawe. Bila banyak rekan-rekannya yang mendengar tentang sekolah ini, maka akan datang juga memberi bantuan.

Puan Nazirah prihatin dengan kondisi sekolah yang jauh dari harapan. Ia berharap SDN 12 menjadi sekolah yang diunggulkan di tingkat Nasional. “Saya harap SD 12 ini, menjadi sekolah yang cemerlang atau di Malaysia disebut sekolah berprestasi tinggi. Anak-anak sekolah ini berprestasi tinggi dan sekolah ini menjadi sekolah menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain,” kata Puan Narimah yang diiyakan oleh Puan Narizah.

Sebelumnya diberitakan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Muara Dua Kota Lhokseumawe, pagi tadi dikunjungi oleh Kepala Sekolah Kebangsaan Negeri Malaysia, Puan Narimah dan pejabat dari Jabatan Pelajaran Negeri Selangor, Puan Narizah.

Kedatangan mereka berdua bertujuan memberikan bantuan kepada SD tersebut sebagai bentuk kepeduliannya kepada salah satu sekolah yang banyak menampung siswa korban tsunami Aceh 2004.[] ihn

Leave a Reply