Huda Gelar Pelatihan Pemilih Bagi Kalangan Dayah

BANDA ACEH – Panitia bersama Himpunan ulama dayah aceh (PB. HUDA) bekerjasama dengan Rabhithan Rhaliban Aceh (PB RTA) serta  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh (PWNU) mengadakan pendidikan pemilih bagi santri, guru dayah, dan dai yang dipusatkan di Aula Syeh Abdurrauf Syiah Kuala Gampong Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar dengan jumlah peserta 90 orang dari seluruh Aceh.

Ketua panitia, Teungku Rusli Daud, menyebutkan bahwa acara pendidikan pemilih ini bertujuan untuk mendidik para santri, guru dayah, dan dai dalam menggunakan hak suaranya pada pemilukada mendatang. "Ini sangat penting mengingat peserta  bisa menyampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui mimbar jumat dan pengajian-pengajian di gampong-gampog," ujar Rusli.

Hadir sebagai pemateri dalam acara ini Faisal Ali (Ketua PWNU Aceh), Asqalani (Panwas Aceh), dan Akmal Abzal (Komisioner KIP).

Dalam materinya, Faisal Ali mengatakan bahwa dalam memilih pemimpin adalah haruslah melihat kualitas yang dimilikinya. Pemimpin berkualitas, kata Faisal, yaitu pemimpin yang pandai menyerap aspirasi rakyat dan tidak bertentangan dengan agama. ia juga menyarankan untuk menentukan pilihan, santri sebaiknya melakukan salat istikharah terlebih dahulu.

Sedangkan Asqalani, dalam materinya lebih banyak menguraikan bentuk pelanggaran dalam pilkada. Ia mengatakan bahwa tugas panwas hanya mengamati, mengkaji, memeriksa, dan menilai peristiwa yang terjadi selama pemilukada berlangsung. "Panwas juga bertujuan menegakkan integritas penyelenggara  dan hasil pemilu melalui pengawasan pemilu berintegritas dan berkredibilitas untuk mewujudkan pemilu yang demokratis," kata Asqalani.

Menurutnya, keberhasilan panwas bukan terletak pada seberapa banyak kecurangan pemilu dapat ditangkap. Tapi seberapa banyak pencegahan dini terhadap pelanggaran atau politik uang yang dilakukan oleh konstestan pemilukada dapat dilakukan.

Sedangkan Akmal Abzal, menyebutkan bahwa masyarakat yang mempunyai hak memilih adalah warga masyarakat yang berumur 17 tahun atau sudah menikah walaupun masih dibawah 17 tahun dan tercatat dalam daftar pemilih tetap. Ia juga menyebutkan pemilukada kali ini berpedoman pada azas mandiri, jujur , adil, kepastian hukum, tertib penyelenggaraan pemilu, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan dan efektivitas.

Acara ini terselenggara atas kerja sama PB HUDA, PB RTA, dan PWNU Aceh, serta difasilitasi KIP Aceh. []

Leave a Reply