Hindari Keluarga Pasien Tidur di Koridor, RSUDZA Sediakan Rumah Singgah

BANDA ACEH – Untuk memudahkan keluarga pasien yang berobat rawat inap ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), khususnya yang berasal dari luar kota, pihak rumah sakit menyediakan fasilitas berupa rumah singgah yang bertempat di bangunan rumah sakit RSUDZA yang lama.

Rumah singgah tersebut sudah ada sejak tahun 2010 silam, awalnya rumah singgah tersebut hanya digunakan oleh keluarga pasien rawat inap yang berasal dari luar kota. Namun kini fasilitas itu juga digunakan bagi pasien luar daerah yang menunggu nomor antrian yang dipanggil oleh pihak rumah sakit dalam waktu sekitar 24 jam lebih.

Rumah singgah tersebut memiliki 10 kamar tidur, lima di antaranya berukuran sedang dan muat dua ranjang tidur pasien. Sedangkan lima kamar lagi berukuran lebih besar dan mua empat ranjang pasien. Kadang kala dalam satu kamar ditempati oleh dua sampai lima keluarga pasien.

Pihak rumah sakit juga menyediakan fasilitas listrik di rumah singgah tersebut, sehingga sangat membantu keluarga pasien seperti untuk mengecas telepon seluler mereka. Selain it juga tersedia air bersih.

“Ini sebuah alternatif yang pihak rumah sakit berikan kepada keluarga pasien, agar tidak tidur di mesjid atau di koridor-koridor rumah sakit,” ujar Kasubbag Rumah Tangga RSUDZA Kamaruddin, kepada ATJEHPOSTcom, Rabu, 12 Desember 2012.

Untuk pasien yang hendak tinggal di rumah singgah ini, tak perlu mengeluarkan biaya. Mereka cukup menunjukkan data berupa rujukan dari pihak daerah luar kota, dan selembar surat pengantar dari Laboratorium atau poli yang mengatakan pasien harus menunggu lebih dari 24 jam.

Namun, pihak rumah sakit tidak terlalu menyarankan untuk keluarga pasien menginap di rumah singgah jika rumah tidak berada di luar kota, mengingat kondisi ruangan yang dipakai lebih dari 5 orang. Takut banyaknya virus atau hal-hal yang tak di inginkan terjadi di rumah singgah.

“Meski kita memiliki cleaning service yang dapat menjamin kebersihan ruangan, tapi kalau sudah bergabung ramai-ramai kan menjadi penyakit juga. Apalagi sekarang pasien juga ikutan gabung,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya rumah singgah ini masyarakat dapat lebih nyaman. Meski tidak senyaman di rumah sendiri namun, bisa beristirahat dengan teratur dan tidak terkena panas dan hujan.[] (ihn)

Leave a Reply