Gubernur Aceh: Sistem Registrasi Kependudukan Swedia Minim Pelanggaran

    18
    0

    BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengaku sangat tertarik dengan sistem registrasi penduduk di Swedia. Sistem registrasi penduduk di sana dinilai bagus dan minim pelanggaran yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

    Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat menerima Duta Besar Indonesia untuk Swedia, D.M. Juniarta Sastrawan, di pendopo gubernur, Senin siang, 19 November 2012. Menurut Zaini Abdullah, kalau di Indonesia satu warga negara bisa saja mengantongi 3 hingga 4 Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    "Di sana (Swedia_red), hal ini tidak bisa dilakukan," ujar Zaini Abdullah.

    Terkait hal ini, kata Gubernur Zaini, dirinya meminta Dubes Indonesia untuk Swedia agar bisa membantu Pemerintah Aceh.

    "Ini yang kami sangat harapkan dari Bapak. Ini bisa kita lakukan dalam waktu dekat ini," kata Gubernur Zaini lagi.

    Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Swedia, D.M. Juniarta Sastrawan, sangat menyambut baik ajakan kerjasama ini. Kerjasama tersebut merupakan simbiosis mutualisme atau kerjasama yang sama-sama menguntungkan.(bna)

    Berita sebelumnya:

    Gubernur Aceh Akan Adopsi Tata Kelola Pemerintahan Swedia di Aceh