Fakta soal sakit kepala yang jarang diketahui

    28
    0

    ADA banyak hal yang bisa menyebabkan sakit kepala. Setiap gejala dan penyebab tentu membutuhkan penanganan yang berbeda. Agar lebih memahami masalah sakit kepala, simak faktanya yang jarang diketahui seperti yang dilansir dari Good Housekeeping berikut ini.

    Jenis sakit kepala
    Setidaknya, sakit kepala bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Pertama, sakit kepala karena stres. Kemudian sakit kepala karena salah posisi leher. Sementara yang terakhir sakit kepala disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

    Tentang migrain
    Sekitar 20 persen wanita yang kena migrain tidak diketahui penyebabnya. Sementara itu, peneliti sebelumnya menduga bahwa migrain bisa memicu risiko penurunan kognitif otak. Namun belum ada bukti nyata mengenai hal itu.

    Menstruasi wanita
    Di antara 28 juta warga Amerika yang kena migrain, 70 persen penderitanya adalah wanita. Mereka memang lebih rentan terkena migrain, terutama jika tengah mengalami siklus menstruasi.

    Makanan yang dikonsumsi
    Beberapa makanan perlu dihindari jika ingin menurunkan risiko sakit kepala. Misalnya keju, cokelat, alkohol, dan daging olahan. Selain itu, melewatkan makan juga bisa meningkatkan risiko sakit kepala.

    Suara petir
    Perubahan cuaca juga bisa memicu sakit kepala bagi sebagian orang. Sebuah penelitian bahkan menemukan fakta kalau penderita sakit kepala kronis berisiko 31 persen lebih tinggi kambuh sakitnya jika mendengar suara petir.

    Tidur dan stres
    Tidak heran jika stres dan masalah kurang tidur juga menjadi penyebab sakit kepala. Namun rupanya kebanyakan tidur juga membuat kepala jadi sakit. Jadi jatah tidur sebaiknya dipenuhi dengan benar.

    Hubungi dokter
    Beberapa orang mengatasi masalah sakit kepala dengan minum obat. Namun ada kalanya penderita perlu segera menghubungi dokter ketika sakit kepala mulai mengganggu pekerjaan, kehidupan sehari-hari, urusan seksual, dan memicu masalah kesehatan yang lain.

    Dokter nantinya akan memberikan obat atau mungkin terapi tertentu dan menyarankan agar penderita mengubah gaya hidup demi mengatasi sakit kepala. | sumber: merdeka.com