Dua Pria Aceh Utara Diculik OTK, Pelaku Minta Tebusan Rp 100 Juta

    21
    0

    Dua  warga Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara diculik sejumlah pria tak dikenal, Rabu 4 Februari 2015 sekitar pukul 00.30 WIB. Para penculik tersebut dilaporkan menggunakan mobil. Kepada pihak keluarga korban, penculik meminta tebusan Rp 100juta.

    Dua warga yang diculik masing – masing, Faisal, 26 tahun, warga Desa Alue dan Rizal Fahmi, 27 tahun, warga Desa Ampeh. Hingga saat ini kedua korban belum dibebaskan. Demikian juga sepeda motor yang digunakan keduanya belum diketahui keberadaannya.

    Informasi yang dihimpun atjehpost.co, Eva, 23 tahun, istri Faisal menghubungi handphone suaminya karena sudah larut malam belum pulang. Namun yang menjawab bukan suaminya, melainkan pria lain. Pria asing itu mengatakan, bahwa Faisal dan Fahmi telah mereka culik.

    Dilanjutkan pria asing itu, jika ingin suaminya bebas, pihak keluarga harus memenuhi persyaratan yang diajukan. Lalu handphone langsung dimatikan dan non aktif. Bahkan pesang singkat yang dikirim Eva terkait pertanyaan tentang syarat yang diajukan, tak kunjung dibalas.

    Berlanjut pagi hari (Rabu-red), M Husen, 50 tahun, ayah Faisal menghubungi handphone anaknya. Seorang pria asing menjawab dan mengatakan telah memboyong Faisal ke kawasan pedalaman Aceh Timur. Saat itu pria tersebut meminta tebusan Rp 100juta dan mengancam akan membunuh korban jika kasus itu dilaporkan ke pihak berwajib.

    Saat itu M Husen diberi kesempatan berbicara dengan anaknya oleh pria asing tersebut. Faisal mengaku ia telah diculik, tapi tidak tahu di mana lokasinya karena matanya ditutupi lakban.

    Rumah yang ditempati Faisal bersama istrinya berada persis di depan rumah orangtuanya.

    Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, secara terpisah mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus penculikan yang menimpa dua warga Tanah Luas tersebut.

    “Kita sudah menerima informasi penculikan itu, namun belum ada laporan resmi dari pihak keluarga. Hingga kini kita belum mengetahui keberadaan korban. Kita masih mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber,” kata AKP Mahliadi.

    Informasi lainnya yang diterima atjehpost.co, sejumlah personel polisi bersenjata lengkap berpatroli di kawasan pedalaman Aceh Utara. Mereka menggunakan trail dinas, mobil pribadi dan truck.

    “Ramai polisi bersenjata lengkap lalu-lalang dengan motor dan mobil. Tapi kita tidak tahu ada apa gerangan,” ujar warga yang tidak ingin namanya ditulis.[]