dr. Yophie: Kamar Bedah Jantung Hybrid Satu-satunya di Indonesia

Kamar Bedah Jantung Hybrid yang ada di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Kamar bedah ini berada di lantai dua, berdampingan dengan kamar bedah sentral. Selain luas kamar ini juga dibuat senyaman mungkin seperti warna ruangan yang dicat bernuansa alam.

Kepala Instalasi Hybrid BLUD Zainoel Abidin yang juga Kepala Divisi Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular/SMF Bedah FK Unsyiah-RSUZA dr. Yopie Afriandi Habibie, Sp.BTKV, mengatakan dengan adanya fasilitas ini masyarakat Aceh yang ingin melakukan bedah jantung tak perlu lagi ke Jakarta atau luar negeri.

RSUDZA sendiri sudah melakukan berbagai persiapannya sejak tahun lalu, termasuk mengirimkan 22 tenaga medisnya untuk meningkatkan skill dan knowledge mereka di Narayana Health Institute of Cardiac Science’s Bangalore India.

Instrumen yang terdapat di dalam kamar bedah jantung hybrid ini yaitu Angiography (merk Phillips), alat canggih ini buatan Belanda. Fungsinya untuk memeriksa pembuluh darah di dalam tubuh untuk mengetahui apakah pembuluh tersebut terkena penyakit, menyempit, membesar atau tertutup sesuatu.

Instrumen lainnya berupa alat-alat bedah yang berasal dari Jerman (merk Maquet) berupa meja operasi, monitor 24 inci, monitor 56 inci, 2 buah monitor dinding dan dua kamera.

“Dengan adanya monitor dinding ini hasil operasi bisa langsung ditampilkan di sini, jadi kita (para dokter) tidak perlu saling bertanya lagi, cukup tinggal melihat ke monitor,” ujarnya.

Selama operasi paling tidak ada sekitar 16 tenaga medis yang terlibat di antaranya tiga dokter bedah jantung, tiga operator instrumen, dua dokter anestesi jantung, dua tenaga perfusionist, dua penata anestesi, dua control room dan dua radiografer. dokter Yopie sendiri merupakan kepala tim dalam tindakan bedah jantung ini.

Sekali operasi rentang waktu yang dibutuhkan antara tiga hingga lima jam. Dalam sehari menurut dr. Yopie idealnya rumah sakit mengoperasi dua pasien elektif (operasi yang terjadwal). Namun kadang bisa lebih jika ada pasien gawat darurat yang terpaksa harus dioperasi di luar jadwal yang ditentukan.

Menurut dr. Yopie penyakit jantung bisa diakibatkan karena tiga hal. Pertama karena bawaan atau kognitif seperti kasus bocor katup jantung. Kedua faktor degeneratif, terjadi karena proses usia yang dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Misalnya sakit jantung yang disebabkan oleh faktor risiko diabetes, obesitas, kolesterol atau kebiasaan merokok. Terakhir penyakit jantung yang didapat, terjadi untuk kasus-kasus jantung reumatik.[]

Leave a Reply