Dokter Pakistan yang Terlibat Dalam Penangkapan Osama bin Laden Mogok Makan

    24
    0

    ISLAMABAD – Dokter Pakistan, Shakil Afridi yang membantu Central Intelligence Agency (CIA) memburu Osama bin Laden, menjalankan aksi mogok makan di sel penjara. Aksi ini dilakukan untuk memprotes kondisi hidupnya sejak ditahan oleh petugas berwenang, Kamis 29 November 2012.

    Shakil Afridi dijatuhi hukuman 33 tahun penjara pada bulan Mei, akibat membantu kelompok militan terlarang.

    Keputusan tersebut diketahui setelah dokter tersebut membantu CIA menemukan pemimpin Al Qaeda. Akibat keputusan ini, menimbulkan ketegangan antara Washington dan Islamabad.

    Menurut keterangan salah satu pejabat penjara yang terletak di barat laut Kota Peshawar, Afridi ditahan di sel isolasi yang tidak bisa dihubungi oleh siapapun. Afridi dimasukan ke sel isolasi sebagai hukuman yang dilakukannya setelah berbicara di media pada bulan September lalu.

    "Dr Shakil Afridi melontarkan tuduhan serius terhadap badan intelijen negara, setelah wawancara itu, otoritas penjara melarang anggota keluarga dan pengacara bertemu dengannya," kata seorang pejabat penjara, yang meminta untuk tidak dituliskan namanya karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

    "Sebagai protes, Dr Shakil telah memulai mogok makan."

    Berdasarkan penyelidikan setelah wawancara pada September tersebut, pihak berwenang menemukan adanya dugaan penyuapan yang dilakukan Afridi pada penjaga penjara sehingga dia bisa menggunakan ponsel untuk berbicara dengan wartawan, keluarga dan teman-temannya.

    Selama memakai handphone tersebut, dirinya telah melakukan 58 panggilan keluar. Akibat hal tersebut, enam penjaga penjara diskorsing.

    Sementara itu, pejabat Amerika Serikat memuji Afridi, 40 tahun, sebagai pahlawan karena telah membantu menemukan lokasi persembunyian Osama Bin Laden, sebelum serangan Mei 2011 yang menewaskan pemimpin Al Qaeda tersebut.

    Di sisi lain, keluarga Afridi dan pengacaranya bersikeras bahwa dirinya tak bersalah dari segala tuduhan.

    "Dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan kami, saudaranya dan anggota keluarga lainnya. Dia adalah manusia dan pasti akan cukup frustrasi sehingga melakukan mogok makan," kata pengacara Afridi, Samiullah Afridi.

    Afridi telah bekerja dengan CIA selama bertahun-tahun sebelum serangan bin Laden. Dia menyediakan data intelijen tentang kelompok-kelompok militan di wilayah suku Pakistan.

    Serangan terhadap bin Laden di wilayah Pakistan, menjadi pukulan hebat bagi militer negara tersebut. Sehingga menimbulkan tanda tanya, apakah mereka sengaja merahasiakan keberadaan Osama bin Laden di negara tersebut.

    Terkait hal ini, Presiden AS Barack Obama mengatakan, pemimpin Al Qaeda akan lolos jika Amerika Serikat meminta izin Pakistan menjelang serangan itu.[] sumber : reuters