Ditanya Kedutaan Inggris Soal Syariat Islam, Ini Jawaban Mualem

BANDA ACEH – Konselor Politik Kedutaan Inggris, Ms Julia Nolan juga mempertanyakan keamanan dan implementasi syariat Islam di Aceh saat bertemu dengan Wakil Gubernur Muzakir Manaf, Senin 3 September 2012.

“Dalam soal Aceh, Pemerintah Inggris sangat konsen dalam dua perkara, yaitu soal isu keamanan dan penerapan syariat Islam di Aceh,” ujar Julia kepada Mualem.

Terkait hal ini, Mualem mengatakan stabilitas keamanan Aceh saat ini sudah sangat baik. Kepastian hukum dan keamanan di Aceh juga sudah sangat menggembirakan.

Sedangkan soal dinamika politik saat Pilkada, Wagub menjelaskan itu bukan masalah namun fenomena demokrasi yang sangat wajar.

“Di Inggris dan Amerika Serikat sendiri yang menjadi kampiun demokrasi, eskalasi dinamika politik tetap meningkat saat pemilihan gubernur dan presiden,” ujar Mualem sambil tersenyum lebar.

“Jadi itu adalah dinamika normal,” kata Mualem. “Setelah Pilkada, silakan saksikan sendiri saat ini, Aceh sangatlah aman dan damai.”

Soal penerapan syariat Islam di Aceh, Muzakir Manaf meminta Julia melalui Kedutaan Besar Inggris yang ada di Indonesia, agar menginformasikan kepada publik Inggris dinamika Islam di Aceh seindah warna aslinya.

“Kasihan publik Inggris yang apriori tentang syariat Islam di Aceh hanya karena informasi keliru yang mereka baca di media Inggris,” ujar Mualem.

Di hadapan Wakil Gubernur Aceh itu, Julia mengaku adanya ketidakseimbangan pemberitaan media Inggris terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Saya juga sedih melihat sebagian publik Inggris yang menerima informasi keliru tentang Islam di Aceh dari media di sana. Namun saya sangat bersyukur dapat hadir dan melihat langsung keadaan Aceh yang aman dan damai serta penuh toleransi,” kata Julia.

Kepada Julia, Mualem juga menceritakan bahwa Islam di Aceh jauh dari kekerasan. “Islam di Aceh adalah rahmatan lilalamin. Penerapan syariat Islam di Aceh, lebih mengedepankan pembinaan dan tindakan preventif dari pada pemberian hukuman,” katanya.

Jadi, kata Mualem, tidak perlu ada ketakutan dan kekhawatiran berlebihan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Wagub juga menceritakan kepada Julia bahwa masyarakat Aceh telah lama mengamalkan syariat Islam, bahkan jauh sebelum sejumlah Qanun Syariat diberlakukan di Aceh.

Salah satu bukti bahwa syariat Islam di Aceh adalah rahmatan lilalamin, Islam di Aceh telah lama mampu menerima kemajemukan serta bersikap positif terhadap perbedaan yang ada.

Buktinya, kata Mualem, pada 1873 Kerajaan Islam Aceh Darusalam adalah sahabat baik Kerajaan Inggris. Ketika itu hubungan diplomatik Aceh dan Inggris sangat baik.[]

Leave a Reply