Dinas Pendidikan Abdya: Buku adalah teman anak-anak

MEMBACA merupakan unsur penting dalam pendidikan, baik yang bersifat formal maupun non formal yang harus tetap dijaga dan ditingkatkan esensinya melalui berbagai upaya pembinaan dan pengembangan membaca.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya Yusnaidi, ketika membacakan pidato tertulis Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin dalam acara lomba bercerita bagi siswa sekolah tingkat SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan dan Badan Arsip Daerah Aceh Barat Daya, Rabu 12 Juni 2013.

Pembudayaan kegemaran membaca, kata Yusnaidi, dilakukan melalui tiga jalur yaitu keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat.

“Untuk mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca dapat ditumbuhkan di sekolah dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya perpustakaan yang ada seperti perpustakaan sekolah, perpustakaan keliling dan mobil pintar,” kata Yusnaisi.

Dia mengatakan, minat baca di kalangan anak-anak didik di Kabupaten Aceh Barat Daya saat ini masih sangat rendah yang diakibatkan tiga faktor. Faktor yang pertama, kata dia, adalah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat dari waktu ke waktu.

“Rendahnya motivasi dari orang tua dan kurangnya sarana dan prasarana khususnya buku-buku yang berkaitan dengan dunia anak-anak untuk giat membaca dalam meningkatkan mutu pendidikan,” akta dia.

Dia mengatakan, dengan diselenggarakan lomba bercerita di Aceh Barat Daya pemerintah berharap akan menambah minat dan kegemaran membaca buku dari anak-anak sejak dini sehingga membuat mereka tumbuh menjadi generasi yang cemerlang nantinya.

Dalam kesempatan itu, Yusnaidi mengingatkan siswa untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan menjadikan buku sebagai teman.

“Hal ini harus terus diupayakan dan ditumbuhkan agar menjadi kebiasaan yang baik. Namun, yang perlu diingat bahwa tidak semua bacaan layak untuk dikonsumsi, perlu selektif untuk mendorong munculnya ide progresif dan daya kreatifitas,” kata Yusnaidi.[](ma)

Leave a Reply