Dijadikan Tersangka PLTU Tarahan oleh KPK, Emir Moeis Bingung

JAKARTA – Rumah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Emir Moeis digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/7/2012). KPK juga telah menetapkan Emir sebagai tersangka pada kasus PLTU Tarahan, Lampung. Namun Emir mengaku bingung mengenai kasus yang menimpanya.

"Sepengetahuan saya, saat penggeledahan saya belum jadi tersangka. Kasusnya kan tahun 2002 kalo enggak salah. Saya juga lupa kasusnya. Sampai hari ini saya juga enggak tahu apa yang disangkakan," ujar Emir Moeis kepada wartawan, Jumat (27/7/2012) di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Emir membantah jika kasusnya ini dikaitkan dengan serangan dari partai lain. "Ah, masak sih?" tanyanya.

Menurut Emir, KPK menggeledah rumahnya dengan membawa surat-surat, komputer dan laptop. Emir mengaku masih mengikuti kasus ini dengan memantau rekening pribadinya agar mengetahui aliran dana yang membuatnya menjadi tersangka korupsi.

"Makanya saya pengen tahu dulu aliran dananya ke mana. Makanya kita lihat saja alirannya ke mana, tapi saya lihat di rekening saya enggak ada tuh," jelas Emir.

Ke depan, Emir berjanji akan bersikap kooperatif dengan KPK. "Ya, kita siap diperiksa KPK," cetusnya.

Politisi PDIP, Emir Moeis, telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus PLTU Tarahan, Lampung. Emir diduga menerima lebih dari US$ 300 ribu atau sekitar Rp 2,8 miliar untuk proyek bernilai US$ 268 juta atau Rp 2,5 triliun itu.

"IEM (Izederik Emir Moeis) diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek PLTU di Tarahan pada 2004. Uang yang diterima lebih dari US$ 300 ribu," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (26/7/2012). | sumber: detik

Leave a Reply