Di Nepal, Muslim Bukan Lagi Warga Kelas Dua

    19
    0

    DUA Masjid Besar di Kathmandu. Kini, terdapat setidaknya 2,5 juta penganut Islam di Nepal atau sekitar 10 persen dari populasi penduduk negeri itu.

    Secara garis besar, Muslim Nepal dibagi ke dalam empat etnik besar, yaitu Muslim asal India, Khasmir, Tibet, dan Muslim asli Nepal yang sebelumnya pindah agama dari Hindu ke Islam.

    Ada pula Muslim Nepal gunung. Sehari-hari mereka  memang tinggal di kawasan pegunungan.

    Di ibu kota Nepal, Kathmandu, kini berdiri dua masjid besar yang berlokasi di kawasan bergengsi di pusat kota, tak jauh dari bekas Istana Raja Nepal. Dua masjid besar tersebut adalah Masjid Kashmiri Taqiya dan Masjid Jami’ Kathmandu.

    Masjid Khasmiri atau Masjid Khasmiri Pancha Taqiya dibangun pertama kali oleh seorang ulama Khasmir pada 1524 M pada masa pemerintahan Raja Rama Malla (1484-1520). Masjid ini merupakan masjid pertama dan terbesar di Nepal.

    Masjid yang sudah berumur lebih dari 480 tahun ini sempat mengalami kerusakan parah akibat serangan sekitar 4.000 massa pada 1 September 2004. Serangan tersebut terjadi menyusul insiden terbunuhnya 12 pekerja Nepal yang diculik oleh milisi bersenjata di Irak.

    Warga Nepal kemudian melampiaskan kemarahan atas insiden tersebut dengan menyerang Masjid Khasmiri Takiya. Mereka merusak dan menyeret keluar perabotan masjid serta membakar ruangan utama Masjid Khasmiri.

    Beruntung aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh pasukan polisi antihuru-hara Nepal hingga tindak anarkistis tersebut tak meluas.

    Meski dibangun dan dikelola oleh Muslim Khasmir, masjid ini terbuka untuk semua kalangan. Khotbah Jumat disampaikan dalam bahasa Arab. Jabatan imam saat ini dipegang oleh Ali Manzar.

    Di saat penyelenggaraan shalat Jumat dan dua shalat hari raya, masjid ini penuh sesak oleh jamaah pria sampai ke atap dan areal sekitar masjid. | sumber : republika