Demo Film Anti-Islam, PKS Kerahkan 100 Ribu Kader

    17
    0

    JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengerahkan sekitar 100.000 kadernya dalam aksi unjuk rasa penolakan film kontroversial "Innocence of Muslims".

    Aksi unjuk rasa akan dilakukan pada Minggu 30 September 2012 pukul 13.30 di depan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    Hal ini disampaikan Indra, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Minggu 30 September 2012, saat dihubungi wartawan.

    "Ini adalah aksi yang digalang oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS. Estimasi massa mencapai 100.000 kader," ujar Indra.

    Indra menjelaskan massa akan berkumpul terlebih dulu di titik-titik yang telah ditentukan. Kader PKS dari Jakarta Selatan akan berkumpul di depan Gedung Antara. Kader PKS dari Jakarta Pusat akan berkumpul di dekat menara MNC, Jalan Kebon Sirih.

    Sedangkan kader PKS dari Jakarta Utara akan berkumpul di Gambir, kader dari Jakarta Timur akan berkumpul di sekitar Patung Tani, dan kader dari Jakarta Barat akan berkumpul di lapangan IRTI.

    "Mulai pukul 13.30, massa akan bergerak long march ke Kedubes AS," kata Indra.

    Dia menambahkan, aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagaiungkapan amarah umat muslim atas isi dari film "Innocence of Muslims" yang dibuat oleh produser dari Amerika Serikat (AS).

    "PKS menokak dan anti penistaan. Kami mendorong agar AS memberikan respon positif dalam bentuk menindak pelaku pembuatan film itu. Selama ini, Obama terkesan tidak melakukan apa-apa dan justru membiarkan," kata Indra.

    Menurutnya, aksi yang dilakukan PKS akan dilakukan secara damai. "Kami tidak mau hanya karena satu film, justru terjadi benturan yang tidak diinginkan. Kami akan aksi dengan damai, kami ingin dunia melihat umat Islam tidak terima diperlakukan semena-mena. Film itu telah menistakan nabi Mumahammad SAW," katanya.

    Adapun, dalam aksi unjuk rasa ini, sejumlah tokoh dan pimpinan PKS akan turut hadir, di antaranya Hidayat Nurwahid, Almuzammil Yusuf, Habib Nabiel Al Musawwa, Sabam Sirait, Slamet Effendi Yusuf, Triwisaksana, dan Selamat Nurdin.[] sumber : kompas