Dari Tambon Tunong Hingga Babah Krueng

    22
    0

    Tim DPRK dan SKPK Aceh Utara yang tergabung dalam "Tim Barat" turun ke Gampong Tunong, Kecamatan Dewantara hingga Babah Krueng dan Lhok Cut, Sawang, Aceh Utara, Kamis, 8 Januari 2015.

    Tim dipimpin Sekretaris Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRK Aceh Utara Tengku Junaidi meninjau semua infrastruktur yang rusak parah akibat banjir pada November dan Desember 2014. Selain Tgk. Junaidi, anggota Komisi D lainnya Tgk. Abdullah bin Yunus dan Muhammad Wali.

    Ada pula Ketua Komisi B DPRK, Fauzi alias Cempala. Tim dewan ini didampingi jajaran Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga, dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh Utara. Mulanya "Tim Barat" turun ke lokasi jembatan ambruk di Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara. Dewan minta Dinas Cipta Karya segera membuat perencanaan pembangunan jembatan di Jalan Taruna itu yang tembus ke Kecamatan Nisam.

    "Berapa hari selesai dibuat RAB (rencana anggaran biaya)," tanya Tengku Junaidi kepada tim Dinas Cipta Karya di lokasi jembatan itu.    

    "Kami minta waktu tiga hari," ujar salah seorang staf Dinas Cipta Karya.

    Menurut Tgk. Junaidi, jembatan itu akan dibangun kembali dengan dana APBK 2015. "Harus secepatnya direalisasikan agar sejumlah gampong di kawasan itu tidak lagi terisolir," kata politisi Partai Aceh ini.

    Dari Tambon Tunong, tim kemudian meninjau saluran pembuang sekitar 400 meter di Kecamatan Dewantara yang rusak akibat banjir. Dampak erosi saluran itu, pagar sejumlah rumah warga ambruk seperti yang tampak di Gampong Ulee Reuleung.

    "Normalisasi saluran ini akan ditangani Dinas SDA dengan APBK 2015," kata Tengku Junaidi.

    Tim lantas mengadakan pertemuan dengan jajaran Camat Muara Batu. Tengku Junaidi minta camat mendata semua infrastruktur yang rusak akibat banjir dan diusulan program melalui Musrenbang.

    Tim melanjutkan kunjungan ke lokasi longsor bukit  dan abrasi tanggul sungai di Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang. Ada pula jalan rusak parah di luar Kompleks AMP milik seorang pengusaha Aceh Utara di Gampong Cot Kawat, Sawang.

    "Kerusakan jalan ini harus ditangani pemilik usaha AMP, kita minta dinas terkait menyurati pemilik usaha ini," ujar Tengku Junaidi. Tim lantas melihat jalan longsor dan bronjong yang amblas ke sungai di Gampong Lhok Cut, Sawang.

    "Kita harapkan kerusakan ini ditangani dengan dana APBK Perubahan 2015," kata Tengku Junaidi.

    "Tim Barat" kemudian meninjau lokasi rumah warga di dekat jembatan gantung Lhok Cut yang terseret arus banjir pada November 2014. Dipandu oleh Fauzi Cempala, tim turut melihat satu rumah warga di Babah Krueng yang roboh pada Desember lalu.[]