Dana Perbaiki Mobil Aceh Utara Rp7,3 Miliar Dinilai Tak Realistis

LHOKSEUMAWE – Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Aceh Utara, Taufik Abdullah, terkaget-kaget mendengarkan anggaran perbaikan dan pembelian suku cadang baru pada mobil dinas pemerintah kabupaten Aceh Utara tahun 2011 mencapai Rp7,3 miliar rupiah.

Menurut Taufik, duit sebesar itu sangat tidak realistis jika seluruhnya dipakai untuk memperbaiki 200 unit mobil seperti dilaporkan dalam saat rapat paripurna DPRK Aceh Utara 14 Agustus lalu.

“Dana itu bisa saja sudah di mark up ataupun dikorupsi oleh birokrat untuk kepentingan tertentu. Namun, jika benar dana sebesar itu untuk memperbaiki mobil maka pemerintah harus menunjukan rincian penggunaannya penggunaannya kepada publik,” kata Taufik.

Ia juga menekankan agar anggota DPRK Aceh Utara benar-benar mengevaluasi kembali penggunaan anggaran itu. Ia  juga berharap lembaga swadaya masyarakat mengawal kebijakan dan penggunaan anggaran  pemerintah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gabungan Komisi A,B,C,D dan E DPRK Aceh Utara dalam rapat paripurna 14 Agustus 2012 lalu menyebutkan dalam APBK 2011 telah dianggarkan dana untuk perbaikan kendaraan sebesar  Rp.4.137.532.000.- dan pergantian suku cadang mencapai Rp.3.193.017.900.

“Untuk terciptanya efesiensi anggaran perbaikan dan pergantian suku cadang kendaraan bermotor, Gabungan Komisi menyarankan agar Pemkab Aceh Utara mencari solusi atau alternatif terhadap kendaraan yang tidak layak pakai lagi yang dapat membebankan biaya tinggi, dilakukan penghapusan sesuai peraturan perundangan-undangan,” kata Subki El Madny, pelapor Laporan Gabungan Komisi DPRK.

Sedangkan Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Utara dalam pendapat fraksi yang diketuai M Yusuf menegaskan, “terhadap kendaraan yang tidak layak pakai lagi, yang membebankan biaya tinggi APBK Aceh Utara agar dapat dilakukan penghapusan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan”.[]

Leave a Reply