Curah Hujan Masih Tinggi, Tetap Jaga Stamina Tubuh

Salah satu cara menjaga stamina tubuh dengan pola hidup sehat. Di musim hujan, perhatian terhadap tubuh harus lebih ekstra karena ada beberapa jenis penyakit yang mudah menyerang.

__________________________________

MEMASUKI minggu ketiga Januari, curah hujan masih tinggi. Di beberapa tempat curah hujan berlebih, malah mengakibatkan banjir. Selain itu, tingkat kelembaban yang tinggi serta faktor cuaca yang tidak bersahabat juga bisa berdampak pada kesehatan. Jika tidak memperhatikan daya tahan tubuh, Anda malah bisa jatuh sakit.

Kepala Puskesmas Krueng Raya, dr. Aidil Fitria, mengatakan idealnya memperhatikan kesehatan  tak hanya dilakukan ketika musim hujan. Namun, pada musim hujan, khususnya di masa pancaroba seperti ini, kata dia, tubuh memang harus mendapat perhatian ekstra.

“Karena ada beberapa penyakit khusus yang mudah menyerang ketika musim hujan, seperti diare dan demam berdarah, karena terdapat banyak genangan air tempat berkembang biak nyamuk. Jika musim kemarau, biasanya rawan infeksi saluran pernafasan untuk anak,” ujarnya kepada The Atjeh Times, Selasa pekan lalu.

Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan menurutnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh, seperti memperhatikan pola istirahat dan menjaga gizi seimbang. Setiap hari tubuh membutuhkan masa istirahat minimal enam jam. Istirahat yang baik adalah tidur. Karena pada saat terlelap, kata Aidil, seluruh organ tubuh juga ikut beristirahat. Ketika bangun, seluruh organ tubuh sudah fresh kembali.

Bagaimana jika seseorang memiliki aktivitas yang tinggi sehingga jam istirahatnya tidak mencukupi kebutuhan normal? “Itu bisa disiasati dengan tidur siang, misalnya ketika jam istirahat di kantor bisa tidur sekitar 15-20 menit, tapi tidurnya harus yang berkualitas, dalam artian tidur yang nyenyak,” katanya.

Selanjutnya, gizi seimbang bisa didapatkan dari asupan makanan yang beragam, seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral dan serat. Yang terpenting menjaga asupan air putih yang cukup. Dengan terpenuhinya asupan air putih, tubuh dapat mengeluarkan racun atau detoksifikasi melalui sekresi atau air seni secara alami.

Untuk menjaga pola hidup sehat, juga dibutuhkan aktivitas fisik atau olahraga yang cukup dan teratur. Olahraga teratur akan membantu tubuh memperbaiki sistem metabolisme. Selain itu, olahraga juga membuat seseorang terlihat segar bugar, serta tidak mudah mengantuk karena aliran oksigen ke otak lancar. Kondisi ini tentu saja akan membuat konsentrasi menjadi lebih baik.

Aktivitas fisik membantu tubuh mengolah kalori menjadi tenaga untuk mendukung aktivitas. Jika tidak, kalori akan tertimbun sebagai lemak yang menyebabkan kegemukan.

Jika tak dapat berolahraga dengan teratur, mau tidak mau Anda harus mengatur asupan makanan yang dikonsumsi. Contohnya, memperbanyak mengonsumsi sayuran dan buah karena keduanya mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena ini musim hujan, buah yang dikonsumsi sebaiknya mengandung vitamin C seperti jeruk. Antioksidan pada jeruk bakal membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Orang dewasa umumnya membutuhkan 2.000 hingga 2.200 kalori sehari. Jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh juga dipengaruhi berat badan, aktivitas, dan usia. Jumlah itu juga harus dibagi. Misalnya, berapa jumlah kalori saat sarapan, makan siang, atau makan malam.

“Hindari makanan yang banyak mengandung pengawet, gorengan, merokok, dan energy drink karena semua itu sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata dr. Aidil.

Untuk berjaga-jaga, ia juga menyarankan agar menyediakan kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K di rumah. Kotak P3K diisi obat-obatan, seperti Paracetamol untuk menurunkan demam atau obat diare.

“Intinya jika pola makan bagus, gizi seimbang terpenuhi, kita tidak membutuhkan asupan suplemen. Tapi kalau itu tidak mencukupi, ya, saya rasa perlu,” katanya.[]

Leave a Reply