Cara Kunang-kunang Jantan Memikat Betina

    17
    0

    SELAMA ini diketahui bahwa kunang-kunang jantan memikat betina dengan cahaya yang dipancarkan. Ternyata, kunang-kunang jantan juga memikat betina dengan sebuah spermathophore. Mengutip laman BBC, para ilmuwan menjelaskan bahwa hadiah itu berupa spermathophore yang merupakan paket berisi sperma dan makanan untuk kunang-kunang betina.

    Ilmuwan dari Universitas Tufts di Boston, Amerika Serikat, mengungkap bahwa kunang-kunang perempuan lebih senang dengan jantan yang memberikan 'hadiah' terbesar. 'Kado' yang disukai betina adalah yang memiliki banyak kandungan makanan.

    Penelitian ini dipresentasikan dalam sebuah kongres Biologi Evolusioner di Ottawa, Kanada. Penelitian ini mendapat supervisi dari Sara Lewis, yang telah memelajari kunang-kunang selama lebih dari 20 tahun.

    Dengan supervisi Sara Lewis, Dr Adam South menggunakan cahaya LED untuk meniru cahaya yang dihasilkan jantan yang sedang dalam masa birahi. Mereka mengetahui bahwa sekelompok betina mengikuti cahaya tersebut dalam pola dan durasi tertentu, yang juga telah dibuktikan dalam penelitian sebelumnya.

    Namun, sekelompok betina lain tidak tertarik. Kunang-kunang betina di alam luar memang cenderung selektif dalam memilih pasangan. Mereka hanya akan membalas sinyal cahaya kepada jantan yang dianggap memiliki daya tarik.

    Dalam eksperimen yang dilakukan, pasangan kunang-kunang itu kemudian bercinta di sebuah miniatur chamber. Para biologis dari Tufts ini merekam video itu dengan bantuan infra-merah untuk mengetahui apa yang terjadi setelah pasangan kunang-kunang ini mematikan cahaya mereka.

    Hasilnya, terungkap bahwa betina lebih menyukai pejantan yang memberikan 'hadiah pernikahan' yang lebih besar. Saat bersama, kualitas cahaya yang dipancarkan tampak tidak terlalu berpengaruh. Namun, masih ada yang belum terungkap, setelah spermathphore itu disalurkan ke dalam tubuh betina.

    Tidak diketahui cara betina menggunakan ukuran itu dalam memilih pasangan. Adam South mengaku terkejut dengan fakta bahwa cahaya pemikat betina hanya memberikan keuntungan di tahap awal proses kopulasi.

    "Selama ini cahaya itu dianggap penting, tapi ketika jantan melakukan kontak fisik, betina mulai memilih alternatif lain itu," ujarnya.

    Adam South juga menjelaskan bahwa sangat penting untuk mengetahui perilaku seksual serangga, terutama untuk memahami ekologi berkembang biak dari spesies tersebut. "Jika kita berhenti mempelajari perilaku kunang-kunang hingga cahayanya dipudarkan, kita akan kehilangan kisah yang luar biasa kompleks ini," tutur South. | sumber:viva